«

»

Okt 18

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Klojen,MC – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) menggelar ruwatan dengan tujuan untuk mengucap syukur dan meminta Tuhan YME agar Kota Malang dihindarkan dari segala musibah dan marabahaya. Dimulai dengan kirab sesaji di depan Balaikota Malang lalu dilanjutkan sampai Alun-alun Kota Malang, Senin (17/10).

Kirab sesaji dalam rangkaian ruwatan Kota Malang 2016, start di depan Balaikota Malang dan finish di Alun-alun, Senin (17/10)

Kirab sesaji dalam rangkaian ruwatan Kota Malang 2016, start di depan Balaikota Malang dan finish di Alun-alun, Senin (17/10)

Hal itu dimaksudkan untuk menjalani lelaku resik, persembahan rasa syukur atas berbagai anugerah yang diterima masyarakat Kota Malang selama ini. Dalam acara ruwatan kali ini juga diisi dengan berbagai acara, yakni wayang kulit dengan dalang Ki Sapani Anom (Gondo) Carito, wayang kulit hiburan dengan dalang Ki Ardhi Poerbo Antono, pencak silat, kuda lumping, perkusi dan akrobatik.

Sesepuh paguyuban, Purwoayu Mardi Utomo Sutrimo mengungkapkan bahwa dengan adanya ruwatan dimaksudkan untuk mengusir sengkala. Menyempurnakan dan membersihkan hal-hal negatif dari berbagai penjuru mata angin.

“Kami berharap dengan adanya ruwatan ini Kota Malang bisa semakin baik, terhindar dari segala musibah dan marabahaya,” jelasnya.

Dengan membacakan doa tulak tanggul, menyingkirak sengkala dari timur kembali ke timur, sengkala dari selatan kembali ke selatan. Sengkala dari barat kembali ke barat, sengkala dari uatara kembali ke utara, sengkala dari atas kembali ke atas, sengakala dari bawah kembali ke bawah.

Di sisi lain, salah seorang pegiat seni yakni Agus Mardianto menyambut baik adanya kegiatan ini karena bisa menjadi ajang apresiasi seniman di Kota Malang. Mereka bisa menampilkan kemampuan dan berbagai atraksi.

“Dari berbagai ajang di Jatim, atraksi keseniaan yang kami bawakan sudah sering menjadi juara, kami berharap agar Disbudpar rutin menggelar kegiatan seperti ini sehingga kesenian di Kota Malang yang akan tetap lestari,” harapnya. (cah/may)

1 comment

  1. sulaiman

    Kalau untuk pengaduan khusus kelurahan sumbersari dimana yah. Aaya penguna jalan yang tiap hari melewati jalan bendungan sigura sigura gang 5 atau 6 saya kurang tau, yang jelas jalan kecil sebelah barat sonokembang ada kost/kontrakan yang kalau parkir sepeda sampai tenggah jalan, bahkan petugassampahpun kalau mau lewat harus teriak-teriak dulu. Toling dong ditertibkan kosr/kontrakan di daerah tersebur khususnya atau semua wilayah kel. Sumbersari umumnya karena sangar menganggu sekali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>