PT KAI Tutup Perlintasan Liar Kota Malang

PT KAI Tutup Perlintasan Liar Kota Malang

Malang, MC – Dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya, Jumat (28/02/2020) pihak PT KAI Daop 8 Surabaya melaksanakan kegiatan penutupan perlintasan liar di kilometer 52 + 3/4 petak jalan antara Stasiun Malang Kotalama – Stasiun Pakisaji, atau yang terletak di Kelurahan Ciptomulyo – Kecamatan Sukun, RT 10/ RW 01 – Kota Malang.

Sejumlah petugas dari PT KAI saat melakukan penutupan perlintasan liar di kawasan Kecamanatan Sukun

Langkah ini diambil setelah sebelumnya pada tanggal 26 Februari 2020, diperlintasan liar ini telah terjadi kecelakaan lalu lintas, di mana KA 171 (KA Malioboro ekspress relasi Malang – Yogyakarta) telah tertemper pengendara sepeda motor bernomor polisi N 2519 ABR dengan dua orang pengendaranya.

Beberapa hal itu yang disampaikan oleh Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto. Ditambahkannya, bahwa total ada 563 titik perlintasan yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 (Bojonegoro – Surabaya – Mojokerto – Sidoarjo – Bangil – Malang), yaitu 132 titik yang dijaga Petugas KAI, 33 yang dijaga swasta, 368 titik perlintasan tidak terjaga, dan 30 sudah dibuat fly over atau underpass.

Pihak PT KAI, imbuh Suprapto, akan terus mengimbau dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang tata cara berlalu lintas di pelintasan jalur rel dengan jalan raya, agar mematuhi rambu lalu lintas yang ada.

Di mana yang menjadi alat utama keselamatan ketika melintas di pelintasan KA dan jalan raya adalah rambu lalu lintas dengan tanda “STOP”. ” Berhenti, lihat kanan-kiri, apabila aman, bisa melanjutkan perjalanan sesuai tata cara melintas yang tertuang dalam UU No. 22 Tahun 2019 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya,” imbaunya.

“Kita ingatkan, bahwa palang pintu dan penjaga pelintasan hanyalah alat bantu keamanan semata, alat utama keselamatannya ada di rambu lalu lintas yang berada di perlintasan tersebut,” pungkas Suprapto.

 

Wali Kota Malang Tekankan Program Kerja PD Merata

Wali Kota Malang Tekankan Program Kerja PD Merata

Sukun MC  – Program kerja setiap Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang hendaknya harus merata sehingga nantinya akan berdampak positif bagi semua sektor, seperti halnya pertumbuhan ekonomi. Terkait hal tersebut, hingga saat ini nilai ekspor lebih kecil daripada impor, dan untuk menekannya bisa diawali dari daerah, yaitu bagaimana kebutuham dasar dalam negeri terpenuhi dengan mengangkat potensi daerah.

Forum Perangkat Daerah DPUPRKP Kota Malang

Beberapa hal itu disampaikan oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka Forum Perangkat Daerah/ Lintas Perangkat Daerah Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang tahun 2021. Acara yang dilaksanakan di Hotel Ijen Suites, Rabu (26/02/2020) ini digawangi oleh DPUPRKP Kota Malang dan diikuti sejumlah perangkat daerah serta perwakilan warga.

Pada momen ini, pria berkacamata itu juga memaparkan sejumlah data seperti angka pengangguran terbuka yang menurun, di mana pada tahun 2018 ada di angka 6,79 persen dan di tahun 2019 besarannya 6,04 persen. Dari data itu pengungkit terbesarnya dari lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Indeks Gini Ratio 2019 di Kota Malang cukup tinggi yaitu 0,44 persen. Angka itu masuk kategori ketimpangan sedang karena target dari Presiden RI Joko Widodo 0,36 persen.

“Maka dari itu, tugas lembaga pendidikan bagaimana orang itu terampil dan tidak hanya pintar. Di sisi lain program pembangunan di Kota Malang harus bisa mendongkrak kesenjangan atau mengurangi jarak antara si kaya dan miskin,” imbuh Sutiaji.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa Pemkot Malang akan terus mendorong masuknya investasi yang berimbas pada ekonomi mikro. Seperti LRT dan jalan tol yang saat ini sudah ada titik terang. Sehingga lini ratio juga akan membaik nantinya, angka kemiskinan menurun, IPM akan naik dan angka harapan hidup berdampak signifikan.

Sutiaji juga menekankan agar orientasi atau program pembangunan tahun 2021 hendaknya jangan jalan di tempat, tetapi harus ada manfaat yang merata. Jangan berorientasi pada uang atau pembangunan fisik saja, tetapi lebih kepada program.

“Seperti untuk mengatasi kemacetan lalu lintas, saya berencana akan membuat akses jalan baru. Saat ini masih proses, dan untuk sementara waktu dilakukan rekayasa lalu lintas,” paparnya.

 

Wali Kota Malang Ingatkan Pentingnya Kualitas Pendidikan

Wali Kota Malang Ingatkan Pentingnya Kualitas Pendidikan

Malang, MC – Kalau ingin membangun bangsa yang kuat, maka mulailah dengan pendidikan. Maka dari itu, untuk merealisasikannya jangan mengutamakan material atau pembangunan fisik, tetapi bagaimana ada keterpaduan antara jasmani dan rohani. Orang yang bahagia dan selamat adalah orang komitmen dan konsisten dalam berbagai hal. Namun, terkadang itu semua tergoyahkan dengan lingkungan sekitar.

Hal itu yang disampaikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat membuka Forum Perangkat Daerah/ Lintas Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Kerja 2021, yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang di Hotel Savana pada Selasa (25/02/2020).

Ditambahkan dia, salah satu upaya meningkatkan kualitas pendidikan yaitu dengan membudayakan membaca. Dalam membaca, maka harus kontekstual dan jangan tekstual karena efeknya tidak baik. “Pendidikan amat sangat berharga dan menentukan masa depan bangsa. Di sisi lain, seorang guru harus bisa digugu dan ditiru secara keseluruhan,” imbuh Sutiaji.

Lebih jauh pria berkacamata itu menyampaikan bahwa pendidikan berkaitan dengan implementasi perkembangan anak dan budaya terkait bagaimana perilaku. Sehingga antara pendidikan dan kebuadyaan merupakan sesuatu yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

“Dunia pendidikan kita masih dipersimpangan karena orientasinya hanya kepada nilai, dan bukan keterpaduan dengan perilaku atau budaya,” urai Sutiaji.

Perilaku anak dan orang tua bahkan pimpinan publik saat ini, terang dia, berbeda dengan tahun 1970-an, di mana di antara mereka terkadang saling menjatuhkan. Oleh seban itu, di sinilah pentingnya membangun dan membentuk karakter anak sebaik mungkin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Dra. Zubaidah, MM mengatakan, melalui gelaran ini diharapkan dunia pendidikan di Kota Malang ini akan lebih baik lagi, khususnya pada tahun 2021 nanti.

“Masukan dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan karena berbagai elemen dunia pendidikan hadir pada acara ini. Seperti komite sekolah dan pemerhati pendidikan,” beber perempuan berhijab itu.

 

549 CPNS 2018 Kota Malang Dilantik Jadi PNS

549 CPNS 2018 Kota Malang Dilantik Jadi PNS

Malang, MC – Sebanyak 549 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dilantik dan diambil sumpah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) oleh Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji pada Jumat (21/02/2020) di aula SMKN 2 Kota Malang.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji menandatangani surat pelantikan

Mereka merupakan PNS formasi tahun 2018, yang terdiri dari 237 tenaga guru, 37 tenaga kesehatan, dan lima orang tenaga teknis. Usai acara tersebut, pria berkacamata itu menyampaikan banyak pesan, yang intinya para ASN baru ini harus menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat yang baik.

Sutiaji menambahkan, bahwa sejak lahir manusia sudah disumpah. Maka dari itu, saat diambil sumpah dan menjawab sanggup, jawaban itu harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Sebagai umat juga harus mentaati apa yang digariskan Tuhan. Dan pengambilan sumpah ini merupakan starting point bagi Anda untuk menjadi PNS yang baik,” imbuhnya.

Sebagai pelayan masyarakat, terang Sutiaji, tentu akan ada reward and panishman, di mana pemberiannya akan dilakukan seadil mungkin. “Ini tugas seorang pemimpin seperti saya yang juga harus dijalankan dengan baik karena merupakan amanah,” paparnya.

Acuan bagi ASN, lanjut Sutiaji, yaitu pada undang-undang pelayanan publik dan transparansi, di mana dalam penerapannya atau saat melaksakannya harus disiapkan secara lahir batin. “Jangan hanya berangkat kerja pukul 08.00 WIB dan pulang pukul 16.00 WIB. Namun tugas dan tanggung jawab tidak terselesaikan,” urainya.

Lebih jauh Sutiaji juga menyampaikan bahwa sesungguhnya semua manusia adalah seorang pemimpin, dan minimal dalam sebuah keluarga. Meski demikian, seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa maupun terhadap sesama. “Semua yang kita lakukan tentu nanti akan dimintai pertanggungjawaban,” tegasnya.

Sutiaji juga menekankan agar para ASN ini selalu belajar dan memahami berbagai aturan agar dapat bekerja dengan baik. Jangan sampai seorang ASN membuat kesalahan walaupun kecil, karena dari perbuatannya itu akan mencoreng institusi tempat bekerja dan Pemerintah Kota Malang secara umum.