Peruntungan Dari Sisi Garis Telapak Tangan

Peruntungan Dari Sisi Garis Telapak Tangan

Peruntungan Dari Sisi Garis Telapak Tangan

Klojen, MC – Seperti sudah diketahui banyak orang, karakter dan nasib seseorang bisa dilihat dari garis-garis di telapak tangannya. Garis ini pula yang sering kali disebut sebagai garis kehidupan.

Yang memiliki garis tangan berbentuk "M" Presiden RI Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Wali Kota Malang H. Moch. Anton
Yang memiliki garis tangan berbentuk “M” Presiden RI Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Wali Kota Malang H. Moch. Anton

Melalui garis tangan pula, konon  dapat diketahui sisi keuangan, kesehatan, watak, jodoh dan lain sebagainya. Di dunia peramal, metode ramalan dengan menggunakan media telapak tangan ini di sebut sebagai metode palmistry.

Salah satu garis tangan yang cukup istimewa adalah garis tangan berbentuk “M”. Konon katanya orang-orang dengan garis tangan berbentuk huruf “M” dianggap sebagai orang yang berbakat, terutama memiliki intuisi yang kuat serta bisa menjadi mitra yang sangat baik jika menjalankan bisnis apapun.

Orang-orang dengan garis tangan istimewa ini memiliki kekuatan untuk membuat perubahan yang mereka butuhkan dalam hidup dan mampu merebut peluang dalam hidup. Konon katanya, mereka pemilik garis tangan membentuk huruf “M” bakal diberkati dengan nasib baik.

Selain itu, juga beruntung dalam hal pekerjaan yang mereka pilih karena punya motivasi individu yang sangat kuat serta disiplin. Terkadang mereka akan bekerja di bidang hukum atau politik dan bisa melangkah menuju posisi teratas.

Salah satu pemilik garis tangan berbentuk “M” adalah Wali Kota Malang, H. Moch. Anton. Tentu, bukti nyata bahwa kesuksesan Abah Anton, demikian biasa disapa, dalam kehidupan pribadi dan kariernya sudah dapat kita lihat bersama.

Selain karena kerja keras dan semangat berjuang yang terus ada dalam dirinya, Abah Anton mampu meraih prestasi di puncak kariernya sebagai Wali Kota Malang.

Warga Malang juga patut berbangga diri, karena di bawah kepemimpinan Abah Anton, Kota Malang mampu meraih berbagai prestasi di segala bidang pembangunan. Saat ini, Abah Anton juga akan terus berjuang untuk membawa Kota Malang menuju kota yang bermartabat. “Hal itu akan terus kita wujudkan, tentu dengan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Malang” ujar Abah Anton, Kamis (19/05).

Kesamaan garis tangan berbentuk “M” tersebut juga dimiliki oleh Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Bisa jadi hal tersebut membuktikan bahwa pemilik garis tangan berbentuk “M” ini merupakan tipikal orang-orang yang dapat meraih kesuksesan. (say/may)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2016/05/peruntungan-dari-sisi-garis-telapak-tangan/#ixzz49RSkfkds

Inilah Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri Selama Bulan Ramadhan 1437H/2016M

Inilah Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri Selama Bulan Ramadhan 1437H/2016M


PNSDalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan Ibadah Puasa pada bulan Ramadhan 1437 Hijriah (H) atau 2016 Masehi (M), yang diperkirakan akan mulai Senin (6/6) mendatang, pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Yuddy Chrisnandhi telah menetapkan jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri, yang beragama Islam selama bulan Ramadhan.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 03 Tahun 2016 tentang Penetapan Kerja ASN, TNI dan Polri tertanggal 17 Mei 2016. Surat Edaran itu ditujukan kepada:

1. Menteri Kabinet Kerja; 2. Panglima Tentara Nasional Indonesia; 4. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 4. Jaksa Agung Republik Indonesia; 5. Gubernur Bank Indonesia; 6. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK); 7. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; 8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural; 9. Para Gubernur; dan 10. Para Bupati/Walikota.

Dalam Surat Edaran itu disebutkan jam kerja ASN, TNI, dan POLRI selama bulan Ramadhan 1437 (tahun 2016):

I. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan lima hari kerja:

a) Hari Senin sampai dengan Kamis Pukul: 08.00 – 15.00.

Waktu Istirahat Pukul: 12.00 – 12.30;

b) Hari Jumat Pukul: 08.00 – 15.30

Waktu Istirahat Pukul: 11.30 – 12.30.

II. Bagi Instansi Pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja:

a) Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu Pukul: 08.00 – 14.00

Waktu Istirahat Pukul: 12.00-12.30;

b) Hari Jumat Pukul: 08.00 – 14.30

Waktu Istirahat Pukul: 11.30 – 12.30.

III. Jumlah jam kerja bagi Instasi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan 5 hari atau 6 hari kerja selama bulan Ramadhan adalah 32 jam 30 menit per minggu.

“Ketentuan  pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadhan tersebut diatur oleh pimpinan instansi dan pemerintah daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat,” bunyi Surat Edaran Menteri PAN RB itu.

Tembusan Surat Edaran itu disampaikan kepada: 1. Presiden RI; 2. Wakil Presiden RI.

(Humas Kementerian PANRB/ES)

Mboisss… Terima Pengaduan Warga, Kominfo Launching ‘Sambat Online’

Mboisss… Terima Pengaduan Warga, Kominfo Launching ‘Sambat Online’
Launching Sambat Online
Launching Sambat Online

Mboisss… Terima Pengaduan Warga, Kominfo Launching ‘Sambat Online’

Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Malang, pagi ini, melaunching layanan SMS (Short Message System) bertajuk ‘Sambat Online’, yang dibuka bagi seluruh masyarakat yang ingin mengadukan masalah pelayanan publik hingga pengaduan ihwal infrastruktur.

Kepala Dinas Kominfo, Zulkifli Amrizal, mengatakan, layanan ini merupakan bentuk keterbukaan informasi publik, dimana masyarakat bisa berpartisipasi langsung menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah secara langsung.

“Ini respon kami untuk menyerap keluhan warga, dan selanjutnya kami salurkan informasinya kepada SKPD terkait,” kata Zulkifli.

Layanan SMS ini cukup mudah, warga tinggal mengetik kata SAMBAT (spasi) keluhan masyarakat, lalukirim ke nomor 08133471111. Nantinya pesan akan diterima server Dinas Kominfo dan akan diteruskan kepada server yang ada di SKPD terkait. Misalnya, keluhan tentang pendidikan, akan disampaikan kepada Dinas Pendidikan, dan sebagainya.

“Kami sudah kerjasama dengan SKPD masing-masing, karena kesuksesan layanan ini tergantung kesigapan mereka menerima pengaduan,” tukasnya.

Dalam waktu dekat Dinas Kominfo juga akan mengeluarkan aplikasi di Android dan sejenisnya, agar semua kalangan bisa mengadukan permasalahan mereka kepada pemerintah.

Wali Kota HM Anton menyambut positif layanan ini. Menurutnya, Sambat Online merupakan kepanjangan dari blusukkan yang  dilakukan setiap dua minggu sekali.

“Kami sudah memberikan arahan kepada dinas agar bisa merespon pengaduan masyarakat,” kata Anton.

(dikutip dari malangvoice.com)

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei. Kebangkitan Nasional merupakan masa bangkitnya semangat nasionalisme, persatuan, kesatuan, dan kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun oleh Negara Belanda. Kebangkitan Nasional ditandai dengan 2 peristiwa penting yaitu berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan ikrar Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. Pada tahun 1912 partai politik pertama Indische Partij berdiri. Ditahun 1912 itu juga berdiri Sarekat Dagang Islam (Solo) yang didirikan oleh Haji Samanhudi mendirikan, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah di Yogyakarta serta Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera di Magelang Jawa Timur.
Suwardi Suryoningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis Als ik eens Nederlander was (Seandainya aku orang Belanda), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaannya di Hindia Belanda. Karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo serta Suwardi Suryoningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi “karena boleh memilih”, keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Namun Di sana Suwardi justru belajar ilmu pendidikan dan dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Indonesia.
Tokoh-tokoh sejarah kebangkitan nasional, antara lain: Gunawan, Sutomo, dr. Tjipto Mangunkusumo, dr. Douwes Dekker, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dan lain-lain. Tanggal 20 Mei 1908, berdirinya Boedi Oetomo, dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Sejarah Singkat Boedi Oetomo
Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah. Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya.
Politik ini jelas terlihat pada gambaran berikut:
Pengajaran sangat kurang, bahkan setelah menjajah selama 250 tahun tepatnya pada 1850 Belanda mulai memberikan anggaran untuk anak-anak Indonesia, itupun sangat kecil.
Pendidikan yang disediakan tidak banyak, bahkan pengajaran tersebut hanya ditujukan untuk menciptakan tenaga yang bisa baca tulis dan untuk keperluan perusahaan saja.
Keadaan yang sangat buruk ini membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mula-mula berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, sehingga dr. Wahidin Soedirohoesodo harus terjung ke lapangan dengan berceramah langsung.
Berdirinya Boedi Oetomo
Dengan R. Soetomo sebagai motor, timbul niat di kalangan pelajar STOVIA di Jakarta untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna menambah pesatnya usaha mengejar ketertinggalan bangsa.
Langkah pertama yang dilakukan Soetomo dan beberapa temannya ialah mengirimkan surat-surat untuk mencari hubungan dengan murid-murid di kota-kota lain di luar Jakarta, misalnya: Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.
Pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.
“Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.