Usai Dilantik, Sutiaji Langsung Koordinasi dengan DPRD Kota Malang

Usai Dilantik, Sutiaji Langsung Koordinasi dengan DPRD Kota Malang

Setelah menjadi orang nomor satu di Kota Malang, dalam 99 hari ke depan, Sutiaji berjanji akan membenahi berbagai hal. Sebagai wali kota, Sutiaji akan menggandeng berbagai pihak, termasuk berbagai partai pengusung lawan politknya beberapa waktu lalu.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji dan wakilnya, Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko memotong tumpeng usai mengikuti pelantikan di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (24/09/2018).

Politisi partai demokrat ini pun meminta agar media turut mengawasi, memberi kritik dan masukan terhadap kinerjanya, bersama Sofyan Edi Jarwoko sebagai wakilnya, selama lima tahun ke depan.

Senin siang, (24/09/2018) bersama sejumlah kepala daerah lain, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko dilantik Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH.,M.Hum di gedung Grahadi, Surabaya, sebagai pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023. Sorenya, wali kota baru dan wakilnya ini disambut berbagai pihak di Balai Kota Malang.

Setelah turun dari mobil dinasnya, Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko menyapa warga, relawan dan para ASN, sembari memasuki halaman Balai Kota Malang. Usai ramah tamah dengan jajaran Forkompimda, memberi sambutan dan memotong tumpeng, mereka mendapat ucapan selamat dari berbagai kalangan.

Ke depan, Sutiaji berjanji akan memperbaiki Kota Malang dari berbagai aspek agar lebih baik lagi dan menuntaskan berbagai pekerjaan yang belum selesai selama ini. Seperti halnya Peraturan Daerah (Perda), pembangunan sarana prasarana, pendidikan dan kesehatan.

Berbagai pihak pun akan dilibatkan, termasuk para tokoh parpol yang selama pilkada menjadi lawan politiknya selama proses pilkada.  “Dengan kebersamaan dan atau membangun Kota Malang secara bersama-sama, maka hasilnya pun akan lebih optimal,” ujarnya.

Sutiaji pun meminta pihak lain, seperti LSM, kaum akademisi dan wartawan agar turut mengawasi, memberi kritik serta saran terhadap kinerja maupun program kerjanya. Dalam 99 hari ke depan, Sutiaji optimis akan ada perubahan signifikan di kota pendidikan ini.

“Dengan kebersamaan berbagai pihak dalam membangun Kota Malang ini, kami berharap agar kota ini menjadi kota yang bermartabat dan berkemajuan dari berbagai aspek kehidupan,” imbuh pria berkacamata itu.

Sehari setelah dilantik pun, Sutiaji mengaku akan tancap gas dalam bekerja dan agenda pertamanya berkoordinasi dengan DPRD Kota Malang, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Malang.

 

Sutiaji-Sofyan Edi Resmi Jabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang

Sutiaji-Sofyan Edi Resmi Jabat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH., M.Hum melantik pasangan Drs. H. Sutiaji dan Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang terpilih 2018-2023di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin pagi (24/09/2018).

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH., M.Hum saat melantik pasangan Drs. H. Sutiaji dan Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin pagi (24/09/2018).

Sutiaji beserta istri Widayati dan Sofyan Edi Jarwoko beserta istri Elly Estiningtyas hadir bersama 11 kepala daerah lainnya di Jawa Timur yang juga dilantik.

Setibanya di Gedung Grahadi, pasangan Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang disambut oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Jumadi, M.MT beserta istri. Setelah menjalani serangkaian prosesi pelantikan, Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko mendapat banyak wejangan dari Gubernur Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Pakdhe Karwo sapaan Soekarwo menyampaikan bahwa sebagai pemimpin baru dengan mandat dan impian baru serta dengan amanah yang diemban, semoga dapat memberikan kemajuan-kemajuan bagi daerahnya masing-masing.

Pakdhe Karwo juga berpesan agar semua elemen masyarakat harus mendukung pasangan kepala daerah yang telah dilantik hari ini demi suksesnya pembangunan di daerah.

“Sudah saatnya kita melangkah bersama untuk membangun Jawa Timur sesuai visi misi yang telah ditetapkan. Visi misi yang sejalan dengan visi misi Presiden RI dan Gubernur Jawa Timur,” pesannya.

Meningkatkan hubungan kerja serta menjaga keharmonisan antara kepala daerah dengan DPRD juga menjadi salah satu pesan penting yang diselipkan Pakdhe Karwo dalam sambutannya. “Kunci utamanya adalah komunikasi yang dijalin dengan baik, karena dengan adanya komunikasi maka segala permasalahan dapat teratasi,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, hal penting yang juga patut diperhatikan adalah melakukan langkah-langkah yang preventif dalam pencegahan tindak pidana korupsi khususnya dalam proses pengadaan barang dan jasa. Pengelolaan keuangan juga diharapkan dapat memperhatikan aspek-aspek transparansi serta meningkatkan pelayanan publik. “Namun saat ini, tindak pidana korupsi berawal dari kurangnya integritas pada masing-masing diri pelakunya” tambahnya.

Pesan lain dari Pakdhe Karwo yang juga menjadi pekerjaan rumah bagi Sutiaji adalah peningkatan program-program keterampilan dan pelatihan bagi masyarakat Kota Malang. Berdasarkan data yang ada, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang dinilai paling tinggi dari kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur.

Turut hadir menyaksikan pelantikan antara lain Forkopimda Kota Malang dan Sekretaris Daerah Kota Malang. Selain Wali Kota Malang dan Wakil Wali Kota Malang, 11 kepala daerah lain di Jawa Timur juga dilantik antara lain Bupati-Wakil Bupati Probolinggo, Bupati-Wakil Bupati Bangkalan, Bupati-Wakil Bupati Bojonegoro, Bupati-Wakil Bupati Nganjuk, Bupati-Wakil Bupati Pamekasan, Bupati-Wakil Bupati Pasuruan, Bupati-Wakil Bupati Magetan, Bupati-Wakil Bupati Madiun, Bupati-Wakil Bupati Lumajang, Bupati-Wakil Bupati Bondowoso, dan Bupati-Wakil Bupati Jombang.

Bekraf Beri Pendampingan Usaha Kreatif

Bekraf Beri Pendampingan Usaha Kreatif

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memberikan pendampingan kepada sejumlah pelaku usaha kreatif ke beberapa daerah di Indonesia guna mempererat jejaring komunitas kreatif. Selain itu, upaya ini untuk daya saing, nilai jual dan multi manfaat dari suatu produk, sehingga pada akhirnya akan turut mendongkrak pendapatan domestik bruto.

Kepala Sub Direktorat Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah Dalam Negeri Bekraf, Rita Dwi Kartika Utami memberikan berbagai materi terkait pengembangan usaha kreatif di basecamp MCF Kota Malang, Senin (24/09/2018).

Di sisi lain, kualitas sumber daya dari para pelaku ekonomi kreatif ini juga akan lebih baik dan terbangun koneksifitas diantara mereka. Terkait hal itu semua, maka pendampingan dari Bekraf menjadi sesuatu yang dibutuhkan, untuk menghasilkan output yang optimal.

Beberapa hal itu yang disampaikan Kepala Sub Direktorat Hubungan Antar Lembaga Non Pemerintah Dalam Negeri Bekraf, Rita Dwi Kartika Utami, usai melakukan pendampingan dan atau memberikan pelatihan bagi sejumlah pelaku usaha kreatif, di rumah kreatif ‘Malang Creative Fucion’, Kota Malang pada Senin (24/09/2018).

Lebih jauh Rita mengatakan, bahwa Kota Malang menjadi kota keenam yang disasar Bekraf dalam program kombet kreatif. Program ini, kata dia, bertujuan untuk mempererat jejaring komunitas kreatif di tingkat kabupaten/kota, sehingga nantinya terbangun sebuah jaringan diantara para pelaku ekonomi kreatif tersebut.

Kota berikutnya, yaitu Singkawang, Bojonegoro, Bandung Barat, Belu, Kupang dan Merauke.  Terkait program ini, terang Rita, dari 16 sub sektor usaha kreatif yang digawangi Bekraf, setiap daerah tentu memiliki potensi yang berbeda.

“Dari berbagai perbedaan ini, Bekraf berfungsi sebagai jembatan, sehingga terbangun suatu ekonomi kreatif yang tangguh. Setelah ada pendampingan, maka akan terbangun jaringan dan kerja sama yang saling menguntungkan,” urainya.

Dari semua itu, jelas Rita, maka kualitas suatu produk akan meningkat, dapat membuka lapangan kerja baru dan akan berkontribusi pada ekonomi secara makro, seperti halnya peningkatan PDB suatu daerah.

Di sisi lain, Bekraf juga terus melakukan upaya dan mendorong tumbuhkembangnya pelaku ekonomi kreatif baru yang memiliki potensi tinggi, tangguh dan berdaya saing.

“Dari program kombat kreatif ini, maka diharapkan akan menjadi pemicu bagi para pelaku usaha kreatif untuk berkreasi, lebih inovatif dan bisa bersaing di pasar global. Kami pun akan selalu melakukan pendampingan, selama hal tersebut dibutuhkan,” pungkas Rita.