Surat Edaran Wali Kota Malang No. 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan/atau Penanganan Covid-19

Surat Edaran Wali Kota Malang No. 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan/atau Penanganan Covid-19

Berikut disampaikan Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan/atau Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19);

SE Wali Kota Malang Nomor 5 Tahun 2020

 Unduh/Download 

Pasien Positif COVID-19 yang Ditangani RSSA Malang Terus Membaik

Pasien Positif COVID-19 yang Ditangani RSSA Malang Terus Membaik

Malang, MC – Sebagai salah satu rumah sakit rujukan untuk mengangani pasien suspect hingga positif COVID-19, Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang telah melakukan berbagai persiapan dengan maksimal. Seperti halnya menyiapkan ruang perawatan khusus, tenaga medis, dan alat pelindung diri bagi para tenaga medis. Berbagai pihak terkait pun, seperti Dinas Kesehatan Kota Malang dan para dokter spesialis paru serta spesialis penyakit dalam diajak kerja bersama.

Wakil Direktur RSSA Malang, dr. Syaifullah Asmiragani memberikan keterangan pers kepada para awak media

Dari wabah virus COVID-19 yang sampai saat ini masih menghantui masyarakat, hingga saat ini rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu menerima 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19. Hasil tes melalui Balitbangkes Kemenkes menyatakan dua positif COVID-19 dan satu meninggal dunia, enam orang negatif COVID-19 dan satu orang meninggal, lalu tambahan dua pasien suspect baru dengan hasil uji spesimen yang belum keluar. Pasien yang positif tersebut, kini ditangani intensif dan kondisinya terus membaik.

Beberapa hal itu yang disampaikan oleh Wakil Direktur RSSA Malang, dr. Syaifullah Asmiragani pada Rabu (18/03/2020) saat memberi keterangan pers kepada para awak media di Ruang Majapahit RSSA Malang. Sehari sebelumnya atau pada Selasa kemarin, kata dia, pihak rumah sakit ini mendapat tambahan dua orang pasien dalam pengawasan dan saat ini hasil uji tesnya masih dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. Adapun hasilnya diperkirakan akan keluar dalam hari hari ke depan.

Di RSSA ini, terang Syaifullah, maksimal dapat menangani maksimal 60 pasien positif COVID-19 dan jika lebih dari itu akan dilimpahkan ke rumah sakit rujukan lain, sesuai dengan arahan atau perintah dari Pemprov Jawa Timur maupun pemerintah pusat. Begitu juga dengan adanya keterbatasan bantuan alat pelindung diri bagi tenaga medis dari pemerintah, pihak rumah sakit sudah mendapat rekanan untuk membuat sendiri guna mengantisipasi membludaknya pasien suspect maupun postitif COVID-19 ini.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji mengatakan bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas koordinasi berbagai pihak untuk menangangi dan menekan merebaknya virus berbahaya ini. “Kami juga telah membentuk satgas khusus, sehingga informasi seputar virus ini satu pintu nantninya,” ungkapnya.

Sementara itu, jumlah rumah sakit di kota ini juga disiapkan untuk mengantisipasi lebih banyak lagi orang yang suspect COVID-19. Seperti Rumah Sakit Lavalette, rumah sakit tentara Soepraon, rumah Panti Waluyo dan rumah sakit umum daerah milik Pemerintah Kota Malang. Selain itu, belasan puskesmas dan klinik juga disiagakan untuk membantu penanganan awal pasien, jika diduga ada suspect atau orang dalam pengawasan hingga langkah antisipasi seperti pemeriksaan tahap awal.

 

Cegah COVID-19, Wali Kota Malang Pantau Pasar Tradisional

 

Cegah COVID-19, Wali Kota Malang Pantau Pasar Tradisional

Klojen, MC – Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji bersama jajarannya memantau sejauh mana kesiapan pasar-pasar tradisional di Kota Malang dalam melayani pengunjung untuk mencegah merebaknya virus corona atau COVID-19 di Pasar Oro Oro Dowo Kota Malang, Selasa (17/3/2020).

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat meninjau Pasar Oro Oro Dowo

Sutiaji memantau sejauh mana fasilitas pasar tradisional bisa membuat pengunjung nyaman dan aman dari ancaman virus. Di antaranya dengan mengecek ketersediaan fasilitas cuci tangan.

Menurutnya, kegiatan ini adalah upaya untuk memastikan pasar di Kota Malang termasuk di Pasar Oro Oro Dowo aman dan nyaman. Dengan diberikan fasilitas cuci tangan yang memadai dan pembersihan pasar diharapkan tidak ada warga yang sampai terpapar penyebaran virus.

“Kegiatan ini untuk memastikan bahwa Pasar Oro Oro Dowo dan semua pasar di Kota Malang aman termasuk dari bahaya penyebaran virus corona,” jelas Sutiaji.

Sutiaji menambahkan semua fasilitas yang ada di Pasar Oro Oro Dowo harus steril dan aman. Karena itu perlu dilakukan pembersihan secara berkesinambungan, termasuk melakukan penyemprotan disinfektan.

“Budaya cuci tangan menggunakan sabun terus diedukasikan kepada masyarakat. Setiap satu jam sekali harus cuci tangan agar benar-benar bersih dan sehat,” tegas Sutiaji.

Pada kesempatan ini, Sutiaji juga melihat dan bertanya langsung kepada para pedagang terkait ketersediaan sembako, kenaikan harga, dan kecenderungan masyarakat. Melalui jalan ini masyarakat Kota Malang tenang, tidak panik sehingga bisa menjalani kegiatan sehari-hari dengan baik.

 

Wadahi Perempuan, Pemkot Malang Miliki Sekolah Kartini

Wadahi Perempuan, Pemkot Malang Miliki Sekolah Kartini

Malang, MC – Mengawali tahun 2020 Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, memiliki program dan kegiatan sebagai penggiat pemberdayaan perempuan melaksanakan suatu kegiatan untuk melaksanakan suatu kegiatan untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka pendidikan non formal dengan identitas yaitu sekolah kartini.

Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji saat meresmikan sekolah kartini

Nama tersebut dipilih dengan semangat untuk memperteguh sikap-sikap penghargaan terhadap nilai-nilai keberagaman, kebangsaan dan keindonesiaan. Hal ini dilakukan dalam rangka merespons problem menguatnya konservatisme dan intoleransi di Kota Malang. Sekolah ini diarahkan untuk memperkuat gerakan penghapusan kekerasan berbasis gender yang terintegrasi dengan kekerasan berbasis suku, ras, agama, dan identitas lainnya.

Beberapa hal itu yang disampaikan Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Dra. Penny Indriani saat membuka sekolah kartini pertama di aula Kantor Kecamatan Sukun pada Sabtu (14/03/2020). Sekolah tersebut, kata dia, merupakan salah satu model pemberdayaan perempuan yang menggunakan strategi pendidikan untuk mengembangkan kepemimpinan perempuan marjinal.

“Melalui wadah ini, perempuan dari kalangan akar rumput dikembangkan kesadaran kritisnya, kecakapan hidup, solidaritas, dan komitmen untuk melakukan perubahan menuju masyarakat yang setara, berkeadilan gender dan inklusif,” imbuh perempuan berhijab itu.

Pelaksanaan program pemberdayaan perempuan melalui kegiatan sekolah kartini ini, imbuh Penny, terbagi menjadi dua angkatan yang terdiri dari empat kelompok belajar dengan jumlah peserta dalam satu kelas 20 orang.

“Sehingga dari sekolah ini juga untuk mewujudkan komitmen dalam membantu memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari tindak eksploitasi, penelantaran, perlakuan salah, tindak kekerasan fisik, psikis dan seksual, perlakuan diskriminasi baik gender, serta yang memerlukan perlindungan khusus lainnya,” urainya.

Lebih jauh Penny mengatakan, dengan hadirnya sekolah kartini ini, sekaligus akan meningkatkan kapasitas ibu dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Sehingga menjadi keluarga yang mandiri serta mampu keluar dari permasalahan sosial maupun ekonomi yang dihadapi.

“Yang tak kalah penting, juga untuk membangun ketahanan keluarga dan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan,” pungkasnya.