Wali Kota Malang Siapkan Wilayah Kelurahan Tasikmadu Jadi Kampung Arema

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji tampaknya akan menambah wisata kampung tematik di Kota Malang, kali ini wilayah Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru akan menjadi lokasi dibangunnya Kampung Arema.

Audiensi Dukut Imam Widodo dan tim bersama Wali Kota Malang dan jajaran di Ruang Rapat Wali Kota Malang

“Kampung Arema ini diharapkan akan menjadi kampung tematik yang berbeda dari kampung tematik lainnya. Bukan hanya dari segi bangunan rumahnya, namun juga adat istiadat yang ada di sana semua akan memunculkan khas Malangan-nya,” kata Sutiaji saat audiensi bersama Dukut Imam Widodo dan tim di Ruang Rapat Wali Kota Malang, Selasa (14/5/2019).

Dukut Imam Widodo yang merupakan pengarang buku Malang Tempo Doeloe tersebut sengaja diundang oleh Wali Kota Malang untuk memaparkan ide-idenya dalam membangun Kampung Arema.

Menurut Sutiaji, Kampung Arema ini diharapkan akan mampu menarik wisatawan ke Kota Malang untuk datang berkunjung sekaligus mengenal lebih jauh budaya dan karakteristik Kota Malang.

“Mulai dari ciri khas bangunannya yang terkenal dengan limasan, makanan tradisionalnya, keseniannya sampai dengan bahasa walikan yang sudah membudaya sejak dulu di kalangan kera-kera Ngalam (arek-arek Malang, red). Semuanya itu akan diwujudkan sebagai satu kesatuan utuh di Kampung Arema,” urainya.

Sementara itu, Dukut Imam Widodo menyatakan kesanggupannya untuk turut serta membangun Kota Malang dalam rangka melestarikan kebudayaan yang ada. “Hal ini sebagai wujud Corporate Heritage Responsibility yang akan kami persembahkan bagi Kota Malang,” tuturnya.

Turut hadir pula pada audiensi kali ini Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Kepala Barenlitbang Kota Malang, dan Kabag Humas Setda Kota Malang.

Sutiaji Serahkan Penghargaan Adinata Mandrakanta Pada OPD Berprestasi

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyerahkan penghargaan Adinata Mandrakanta kepada Sub Bagian Penyusun Program (Sungram) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang beprestasi di halaman Balai Kota Malang usai pelaksanaan apel pagi, Senin (13/5/2019).

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat menyerahkan penghargaan Adinata Mandrakanta

“Kami berharap adanya penghargaan ini semakin meningkatkan mutu kinerja segenap elemen aparatur Pemerintahan Kota Malang,” kata Sutiaji.

Penghargaan Adinata Mandrakanta sendiri merupakan bentuk apresiasi Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang kepada Sub Bagian Penyusun Program (Sungram) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki kinerja baik. OPD yang menerima penghargaan tersbut adalah Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian.

Sementara untuk penilaian, Barenlitbang tidak hanya menilai hasil akhir saja, tapi mulai dari awal perencanaan juga dilakukan penilaian.

“Melalui prestasi ini diharapkan bisa terus meningkatkan kinerja, sehingga bisa meraih prestasi. Terus melakukan pergerakan dan konsisten menjalankan berbabagi program yang benar-benar bisa membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Sutiaji.

Kegiatan ini juga menjadi dokumentasi bagi Pemerintah Kota Malang atas berbagai kegiatan yang dilakukan. Pengalaman selama ini, kata dia, tidak lepas dari pentingnya melakukan dokumentasi dalam perencanaan pembangunan.

Jalan Tol Mapan Gratis Hingga Hari Raya Idulfitri 1440 H

Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Malang-Pandaan atau tol Mapan sepanjang 30,6 kilometer, dari yang direncanakan 38,4 kilometer, pada Senin (13/05/2019). Sisanya, maksimal hingga akhir tahun ini Jokowi menargetkan semua ruas jalan tol terselesaikan 100 persen, karena sangat dibutuhkan masyarakat.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji (batik dominan merah-berkacamata) turut mendampingi Presiden Joko Widodo saat seremonial peresmial tol Malang-Pandaan

Dengan adanya jalan tol ini, Malang Raya sebagai kota pariwisata, pendidikan dan industri terus bergeliat. Jalan tol ini juga akan disinergikan dengan bandara setempat, yaitu dengan menambah run way serta agar lebih siap menjadi bandara internasional.

Didampingi sejumlah menterinya, seperti Menteri BUMN Rini Sumarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono, Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol Malang-Pandaan di gerbang tol kawasan Singosari, Kabupaten Malang.

Dengan dibukanya jalan tol ini, Jokowi berharap agar Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu atau yang biasa disebut Malang Raya semakin maju dan berkembang lagi. “Yang utama, sektor pendidikan, pariwisata dan industri sebagai kekuatan tiga wilayah ini pun akan terus bergeliat,” imbuhnya.

“Dioperasikannya jalan tol ini, juga dikoneksikan dengan bandara Abdul Rachman Saleh Malang, di mana run way-nya akan ditambah hingga 500 meter. Sehingga nantinya bandara ini lebih siap dan bisa menjadi bandara internasional. Ditunjangnya jalur transportasi di daerah ini, akan terus memperkuat berbagai sektor, guna mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” urai Jokowi.

Usai meresmikan dan menandatangani prasasti, presiden meninjau jalan tol yang segera dioperasikan tersebut. Pada pembukaan awal ini, tol akan digratiskan hingga Hari Raya Idulfitri dan untuk selanjutnya akan dikenakan sesuai tarif yang berlaku.

Turut hadir mendampingi Presiden, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji dan Plt. Bupati Malang M. Sanusi.

 

Kota Malang Siap Topang Gerak Pembangunan Nasional

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 dan Rencana Kerja Pemerintah 2020 yang dihelat di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Sutiaji didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang, Drs. Wasto, SH., MH, Asisten Administrasi Umum dr. Supranoto, M.Kes, Kepala BPKAD Ir. Satpo Prapto Santoso,M.Si dan Kabag Humas Muhammad Nur Widianto, S.Sos.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji foto bersama Sekretaris Daerah Kota Malang saat menghadiri Musrenbangnas 2019 yang digelar di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis (9/5/2019)

Disampaikan Sutiaji, ada isu-isu strategis yang diperbincangkan dan akan dirumuskan sebagai guidance (panduan) bagi pelaksanaan pembangunan tahun 2020. Pola top down dan bottom up yang dipadukan diharapkan mampu mengawinkan dan mengharmonisasikan arah pembangunan di antara pusat dan daerah.

“Bagi Kota Malang ini entry point yang sangat strategis, karena Kota Malang menjadi bagian penting dalam pergerakan dan pertumbuhan pembangunan serta perekonomian di Jawa Timur. Jelas kita (Kota Malang) tidak ingin hanya menonton dan atau berpuas diri dengan label kota dengan peran strategis tersebut. Dan sesuai pesan yang disampaikan Presiden untuk daerah, maka Kota Malang memiliki peran penting dalam penguatan industri ekonomi kreatif,” demikian diutarakan Sutiaji di sela-sela penyelenggaraan Musrenbangnas 2019.

Wali Kota Malang melihat komunitas pelaku ekonomi kreatif di Kota Malang sangat potensial. “Seperti komunitas Startup Singo Edan (Stasion) Malang. Komunitas ini setiap tahun mampu menghimpun ratusan startup. Sesuai dengan tantangan yang diberikan Presiden Jokowi kepada daerah agar daerah tidak terjebak pada pengembangan ketrampilan konvensional, maka generasi muda kreatif Kota Malang yang di antaranya terhimpun di Stasion telah melangkah dan merambah dunia Fintech, Design Principles, Automated Test dan Animation for Industries. Itu menandakan bahwa gairah masyarakat Kota Malang sangat tinggi terhadap industri digital, “urainya.

Presiden RI Joko Widodo saat membuka Musrenbangnas 2019 menegaskan bahwa dalam pengembangan pendidikan, daerah jangan berkutat pada pendekatan konvensional. “Masak dari tahun ke tahun, dari dulu hingga sekarang di SMK jurusannya pembangunan, sipil. Iya (gak apa apa) harusnya sudah diperbanyak dan dikuatkan untuk jurusan digital, merambah teknologi Fintech, Design Principle, Artificial Inteligence, Virtual Reality, dan yang lainnya. Kalau tidak kita siapkan sedini mungkin, ya kita tertinggal,” kata Presiden Jokowi.

Dengan didampingi Wapres Jusuf Kalla, Presiden Jokowi menekankan tiga hal yang harus dilakukan agar Indonesia mampu menjadi negara besar. Yakni yang pertama pemerataan pembangunan infrastruktur, kedua yakni reformasi birokrasi, dan ketiga adalah pembangunan sumber daya aparatur.

“Saya tegaskan tanpa pembangunan infrastruktur dan tidak kita lakukan, maka kita tidak bisa loncat jauh. Karenanya Pemerintah gencar membangun jalan-jalan tol, airport, koneksitas antar daerah, menghubungkan jalan besar dengan jalan kecil, menyambungkan dengan kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan UMKM. Itu semua akan menjadi penggerak kuat pertunbuhan ekonomi,” jelas Presiden ke-7 RI tersebut.

Di bidang reformasi birokrasi, Presiden mendorong untuk dilakukan penyederhanaan kelembagaan, pemangkasan alur perizinan, pembubaran dan atau peleburan BUMN (BUMD untuk daerah) yang tidak efisien dan membebani, mendorong investasi melalui kemudahan izin.

“Bayangkan untuk perizinan investasi, saat tahun pertama memimpin, ada 259 izin dan pasti ruwet, serta prosesnya bisa bertahun tahun. Sekarang dari 259 sudah jadi 58 izin, dan itu bagi saya juga masih kebanyakan. Bila perlu cukup 5 perizinan,” ujar Presiden Jokowi.

Langkah pangkas perizinan tersebut dilakukan karena Indonesia masih defisit neraca perdagangan, yang artinya ekspor dan investasi belum optimal.

Sedangkan di bidang pembangunan SDM, selain fokus penguatan pendidikan link match, secara khusus menekankan kepada jajaran Dinas Pendidikan (daerah) untuk tidak terjebak anggaran rutin harus ada inovasi program. Di bidang kesehatan, masalah stunting dan gizi buruk menjadi sorotan. Mengakhiri arahan, Presiden RI berkesempatan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya ratusan petugas Pemilu 2019 kala menjalankan tugasnya.