Walikota Malang: Tiap Kecamatan Akan ditanam 1000 Pohon

Walikota Malang: Tiap Kecamatan Akan ditanam 1000 Pohon

Walikota Malang: Tiap Kecamatan Akan ditanam 1000 Pohon

Kedungkandang, MC – Dalam rangka menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta mengurangi pemanasan global, Kodim 0833/Kota Malang mengadakan kegiatan penghijauan di jalan terong RT.06 RW.03 Kelurahan Bumiayu Kecamatan Kedungkandang, Jumat (10/02).

HIJAU: Walikota Malang, Moch Anton (tengah pakai baju hitam) secara simbolis menyerahkan pohon kepada warga, Jumat (10/2).

Walikota Malang, Moch Anton, ikut menghadiri kegiatan tersebut dengan didampingi oleh Kasdim 0833, Mayor Kav. Suprapto, Kepala DPUPR Kota Malang, Ir. Hadi Santoso, serta Camat Kedungkandang, Drs. Pent Hariyoto.

Dalam sambutannya, pria yang kerap disapa Abah Anton tersebut menyampaikan bahwa kegiatan tanam 1000 pohon tersebut harus terus dilaksanakan  agar dapat semakin menghijaukan Kota Malang.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Korem 083/Baladhika Jaya serta Kodim 0833/Kota Malang yang telah menggagas terlaksananya kegiatan reboisasi ini, kedepan saya berharap melalui kegiatan ini, Kota Malang bukan saja menjadi kota yang semakin hijau namun menjadi lebih sejuk,” ujarnya.

Abah Anton berpesan agar kegiatan reboisasi atau penanaman kembali ini juga terus dilakukan mengingat bencana longsor dan banjir yg sering melanda.

“Ini untuk masa depan anak cucu kita kelak di kemudian hari karena saat ini Kota Malang terus mengalami kepadatan penduduk serta meningkatnya kebutuhan permukiman,” tegas politisi PKB itu.

Kedepan telah disiapkan 1000 pohon untuk tiap-tiap kecamatan yang akan ditanam kembali khususnya di bantaran sungai dan di lahan-lahan yang rawan longsor.

“Tujuannya selain reboisasi juga untuk memotivasi masyarakat untuk bisa ikut menjaga serta merawat tanaman di pinggiran sungai. Hal ini sebagai bentuk revolusi mental bagi masyarakat Kota Malang,” tegas Abah Anton. (say/ram)

Walikota Malang Imbau Pusat Perbelanjaan Miliki Musholla Refresentatif

Walikota Malang Imbau Pusat Perbelanjaan Miliki Musholla Refresentatif

Walikota Malang Imbau Pusat Perbelanjaan Miliki Musholla Refresentatif

Klojen, MC – Walikota Malang, Moch Anton, menghimbau kepada pengusaha dan pengelola mall agar membangun musholla yang layak bagi pengunjung yang beragama Islam di Malang.

AKRAB: Walikota Malang Moch Anton (tengah), Bupati Malang Rendra Kresna (dua dari kanan), Arif Wicaksono (dua dari kiri), Mall Director Matos Fifi Trisjantie (paling kiri) saat berfoto bersama usai peresmian musholla Matos, Kamis (9/2).

Hal itu ditekankan oleh Abah Anton, sapaan akrabnya Walikota Malang saat meresmikan musholla milik pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos), Kamis (9/2) sore di Jl. Veteran No. 2, Penanggungan, Klojen, Kota Malang.

Abah Anton, mengapresiasi pembangunan musholla seperti yang dilakukan manajemen Matos, karena hal itu sejalan dengan imbauan Pemkot Malang tentang perihal kewajiban salat berjamaah tepat waktu bagi karyawan dan karyawati di lingkungan pemerintah serta instansi lainnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Malang sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Matos karena telah membangun musholla yang sangat baik dan representatif,” kata Abah Anton.

Pusat perbelanjaan, lanjut Abah Anton, sudah seharusnya memiliki musholla yang baik dan layak, mengingat selama ini pangsa pasarnya dari kalangan masyarakat muslim. Sehingga ketika mereka sedang berada di pusat perbelanjaan tidak lagi bingung mencari tempat untuk beribadah.

Musholla yang ada di mall biasanya ditempatkan di lorong-lorong, tapi di Matos ini sangat representatif dan nyaman bagi pengunjung, ini sangat bagus sekali,” tukasnya.

Musholla yang dibangun Matos itu terletak di halaman parkir lantai 3 dengan luas sekitar 175 meter persegi, sehingga bisa digunakan untuk sholat berjama’ah dengan kapasitas yang lebih banyak.

Sementara itu, Mall Director Matos, Fifi Trisjantie, mengatakan pembangunan musholla ini dilakukan karena melihat banyaknya pengunjung yang mayoritas beragama Islam. Itu sebabnya Matos merasa perlu untuk membangun musholla.

“Kedepan akan kami kembangkan lagi, karena ada saran bagaimana jika nanti musholla ini bisa digunakan untuk sholat Jum’at,” kata Fifi Trisjantie.

Selain Walikota Malang Moch Anton, Bupati Malang Rendra Kresna dan Ketua DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono juga turut hadir meresmikan musholla tersebut.  (say/ram)

World Bank Bantu Hilangkan Kawasan Kumuh di Kota Malang

World Bank Bantu Hilangkan Kawasan Kumuh di Kota Malang

World Bank Bantu Hilangkan Kawasan Kumuh di Kota Malang

Klojen, MC – Dalam rangka keberlanjutan pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kota Malang, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (Kementerian PUPR) dan World Bank melaksanakan evaluasi pelaksanaan program Kotaku di Kota Malang, Kamis (9/2) siang di Balaikota Malang.

ISTIMEWA: Tim Leader Kotaku Bank Dunia, George Soraya (pakai kacamata) saat menyatakan kesiapannya dalam membantu Kota Malang menghilangkan kawasan kumuh, Kamis (9/2).

Audiensi evaluasi program tersebut dilakukan Walikota Malang, Moch Anton dan Project Management Unit Kementerian PUPR, Ir. Didit Achdiyat Arief, M.Si serta Tim Leader Kotaku Bank Dunia, George Soraya untuk mengevaluasi sejauh mana keberhasilan program kota tanpa kumuh (Kotaku).

Hadir juga Sekretaris Daerah Kota Malang, Dr. Idrus, Staf Ahli Walikota Malang Bidang Pembangunan, Kesejahteraan Rakyat dan Sumber Daya Manusia, Dr. Handi Priyanto, AP, M.Si, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang), Drs. Wasto dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota, Ir. Hadi Santoso.

Abah Anton, demikian sapaan Walikota Malang tersebut, dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Kota Malang sudah memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan terus melakukan perubahan untuk menghilangkan lingkungan yang kumuh melalui berbagai kampung tematik yang bermunculan.

“Masyarakat juga bekerja sama dengan berbagai komunitas dan akademisi untuk mewujudkan kawasan yang jauh dari kesan kumuh serta menciptakan kampung tematik di kawasan tempat tinggalnya,” ujar Abah Anton.

Abah Anton juga berharap agar pertemuan tersebut memberikan manfaat yang besar bagi masyarakatnya, terutama dalam rangka menciptakan kawasan bebas kumuh melalui program Kotaku.

Sementara itu, Project Management Unit Kementerian PUPR, Didit Achdiyat Arief, menyatakan bahwa Kemen PUPR sedang memantau langsung pelaksanaan program Kotaku di Kota Malang.

“Akan ada beberapa kota yang dijadikan sampel untuk di kunjungi di awal tahun ini, salah satunya Kota Malang,” ungkapnya.

Didit Achdiyat Arief juga menegaskan bahwa setiap kawasan memiliki penyusunan Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) yang akan dijadikan acuan untuk menentukan prioritas pelaksanaan program Kotaku tahap selanjutnya.

“Nantinya akan ada anggaran 500 juta rupiah per kelurahan, terutama bagi kelurahan yang teridentifikasi sebagai kawasan kumuh. Namun, sebelumnya tetap akan ada proses evaluasi dan pemantauan kesiapan untuk tahapan proses selanjutnya,” imbuh Didit Achdiyat Arief.

Sementara itu, dalam tahap pelaksanaannya, Bank Dunia akan menjadi donatur secara nasional melalui berbagai program bantuan. “Sampai tahun 2020 terdeteksi akan ada total bantuan sebesar USD 433 juta,” tuturnya lagi. (say/ram)

Wawali Malang: ASN Harus Laksanakan Tugas Sesuai UU

Wawali Malang: ASN Harus Laksanakan Tugas Sesuai UU

Wawali Malang: ASN Harus Laksanakan Tugas Sesuai UU

 

Blimbing, MC – Dalam rangka peningkatan rencana kerja perangkat daerah yang harus disesuaikan dengan tahapan penyelenggaraan pemerintahan dalam kerangka pelayanan publik, maka dilakukan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi atas berbagai hal yang telah direncanakan perangkat daerah kecamatan untuk diimplementasikan pada tahun 2017.

APEL: Wakil Walikota Malang, Drs. Sutiaji himbau ASN agar bekerja dengan disiplin dan taat aturan sesuai dengan UU yang berlaku, Selasa (7/2).

Atas dasar itu, Wawali Malang Drs. Sutiaji melakukan apael pagi sekaligus penegakan tugas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Kegiatan apel pagi tersebut diikuti oleh Camat Blimbing, Drs. Priyadi, MM, Lurah dan Pejabat struktural serta staf di lingkungan Kecamatan Blimbing.

Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan bahwa kegiatan penekanan tugas ini akan dilakukan secara berkala setiap hari Selasa bergantian di tiap-tiap kecamatan.

“Tujuannya adalah agar Aparatur Sipil Negara yang ada di masing-masing kelurahan benar-benar melaksanakan tugasnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” ujar Sutiaji.

Melalui penekanan tugas ini, kata dia, diharapkan agar di tahun 2017 ini, program dan kegiatan yang sudah direncanakan di masing-masing kecamatan Kota Malang dapat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu.

Sutiaji berpesan agar perangkat daerah di tingkat kecamatan dan kelurahan segera melaporkan kepada Walikota atau Wakil Walikota apabila terjadi permasalahan di wilayahnya masing-masing.

“Hal ini harus kita perhatikan demi peningkatan kualitas pelayanan pada masyarakat,” tegas Sutiaji. (say/ram)