Dispenda Kota Malang Luncurkan Program Penghapusan Denda Dan Sanksi Administrasi PBB (Sunset Policy)

Dispenda Kota Malang Luncurkan Program Penghapusan Denda Dan Sanksi Administrasi PBB (Sunset Policy)

Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang (Dispenda) dalam upayahnya meningkatkan peneriamaan Pajak Daerah terutama dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan, serta memberi keringanan bagi wajib pajak yang sudah menunggak lama meluncurkan program sunset policy. Apa itu Sunset Policy ? yakni pemberian insentif penghapusan denda atau sanksi administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di bawah tahun 2012.

Kepala Dispenda, Ade Herawanto, mengatakan, sunset policy adalah bentuk perhatian kepada masyarakat, khususnya wajib pajak PBB sehingga para wajib pajak bisa menyelesaikan kewajibannya kepada negara.

Selain itu tujuan program sunset policy diharapkan bisa mengurai atau menurunkan angka tunggakan PBB di Kota Malang.

Program ini berlaku mulai 17 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2016

Beliau juga mengungkapkan “Program terobosan dan inovasi ini semakin melengkapi beberapa kegiatan inovasi yang dilakukan Dispenda seperti penagihan bersama secara rutin melalui operasi gabungan sadar pajak bersama SKPD terkait, Kepolisian dan Kejaksaan,”

“Program ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebaik baiknya oleh masyarakat khususnya yang mempunyai tanggungan pajak PBB dan belum terbayar pada tahun 1994 sampai 2012,” kata Ade.

Mari bersama sukseskan program Sunset Policy.

Sumber : Dispenda Kota Malang

NOMOR TELEPON PEMADAM KEBAKARAN KOTA MALANG

NOMOR TELEPON PEMADAM KEBAKARAN KOTA MALANG

Bagi Masyarakat Kota Malang, Barangkali penting untuk menyimpan nomor telepon dari Kantor Pemadam Kebakaran Kota Malang, Segera hubungi kami secepatnya apabila diketahui ada bahaya kebakaran yang terjadi, Mohon maaf jangan digunakan untuk iseng gunakan hanya jika perlu saja. (0341) 362222 dan (0341) 340414 kami siap melayani 24 Jam non stop.

 

Abah Anton Sosialisasikan Lomba Perancangan Kampung Tematik

Abah Anton Sosialisasikan Lomba Perancangan Kampung Tematik

Abah Anton Sosialisasikan Lomba Perancangan Kampung Tematik

Klojen, MC – Wali Kota Malang, H. Moch Anton, di ruang Balai Sidang memimpin rapat sosialisasi Festival Rancang Bangun yang dimotori oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin ( 1/8).

Wali Kota Malang, H. Moch Anton paparkan pentingnya kampung bersih dan keberadaan hutan kota, Senin (1/8)

Festival Rancang Bangun sendiri merupakan ajang bagi 57 Kelurahan yang ada di Kota Malang untuk berlomba membangun kampung tematik, yang nantinya setiap kelurahan mengajukan Detail Engineering Design (DED) dalam merealisasikan hal itu.

Dalam kesempatan ini, pria yang akrab disapa Abah Anton itu berpesan kepada para camat dan lurah agar selalu melakukan inovasi-inovasi dan terobosan baik di bidang lingkungan maupun percepatan peningkatan ekonomi.

Penekanan itu penting, karena pada tahun ini Pemkot Malang banyak meraih prestasi salah satunya Adipura Kirana. Ke depan diharapkan mampu meraih Adipura Paripurna.

“Bahkan, nanti juga akan ada Adipura Bhakti yakni dalam penilaian adipura ini yang akan dinilai adalah keterlibatan langsung kepala daerah untuk kebersihan lingkungannya,” kata Abah Anton.

Selain itu, Abah Anton juga ke depan akan ajak semua rektor di Kota Malang untuk diajak bersama berdiskusi dalam memecahkan beberapa masalah krusial yang dihadapi.

Abah Anton menekankan, agar kampus tidak saja hanya mencari mahasiswa sebanyak-banyaknya, tapi juga harus memikirkan dampaknya dengan cara  ikut mencari solusi mengurai kemacetan.

“Kalau perlu akan diadakan acara rutin pertemuan ke kampus-kampus satu bulan sekali, di situ kita akan membahas bentuk sosial apa yang akan disumbangkan kepada Kota Malang tercinta ini,” tukasnya.

Selain itu, Abah Anton juga menyampaikan ketertarikannya dengan hutan kota. Itu diperoleh saat ada acara Apeksi di kota Jambi, yang saat itu wali kota berkesempatan melihat langsung hutan kota yang begitu luas hampir 11 hektar.

“Kalau di Malang kita buat cukup lima hektar saja sudah bagus dan kebetulan kita masih punya lahan luas kalau kita mengerahkan semua civitas mahasiswa untuk melakukan gerakan taman pohon. Sungguh banyak manfaat yang akan kita peroleh nanti, selain menciptakan lingkungan yang hijau juga akan menambah tempat wisata baru,” pungkas politisi PKB itu. (say/may)

Kirab Adipura Kirana Dimeriahkan Dengan Berbagai Hiburan Rakyat

Kirab Adipura Kirana Dimeriahkan Dengan Berbagai Hiburan Rakyat

Kirab Adipura Kirana Dimeriahkan Dengan Berbagai Hiburan Rakyat

Klojen, MC – Bukti bahwa Kota Malang adalah kota sejuta prestasi mungkin tidaklah salah. Berbagai prestasi di segala bidang telah sanggup ditorehkan oleh kota yang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur itu. Kali ini, Piala Adipura Kirana pun telah sampai di Kota Malang. Atas kebanggaan tersebut, Minggu (31/7) telah dilaksanakan Kirab Penghargaan Adipura Kirana 2016.

Wali Kota Malang dan Wakil Walikota Malang kirab Piala Adipura Kirana, Minggu (31/7)

Kirab yang mengambil start di Jl. Ijen / Simpang Balapan dan berakhir di depan kantor DPRD Kota Malang tersebut diikuti oleh Wali Kota Malang, H. Moch Anton, Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang serta seluruh SKPD di lingkungan Pemkot Malang.

Selain Piala Adipura Kirana, berbagai pencapaian prestasi lainnya pun turut meramaikan kirab, seperti Plakat Adipura bagi Taman Terbaik Nasional untuk Kategori Kota Besar, Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan, penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi serta penghargaan Bhakti Koperasi dan UKM tahun 2016.

“Penghargaan ini sebagai bukti pengakuan dari pemerintah pusat kepada Kota Malang yang dinilai berhasil mewujudkan tata kelola lingkungan dan taman yang bersih,” tutur Wali Kota Malang, Sabtu (29/7).

“Untuk itu, saya berharap dengan adanya kirab kali ini dapat semakin memotivasi masyarakat agar terus meningkatkan kepeduliannya kepada lingkungan agar masyarakat juga dapat berbangga hati atas Piala Adipura Kirana ini,” tambahnya.

Pada kirab Adipura juga di tampilkan beberapa kesenian dan kendaraan hias yang sengaja disisipkan agar kirab yang dilangsungkan tidak saja sekedar perayaan belaka, namun lebih dari itu juga terdapat sisi edukasi bagi masyarakat seperti pengenalan beberapa tarian dan kesenian tradisional lainnya serta pola perilaku hidup bersih dan sehat dan pasar rakyat menuju pasar bersih.

“Berbagai elemen masyarakat pun turut serta pada kirab ini, hal ini dikarenakan masyarakat Kota Malang turut berperan aktif sehingga Kota Malang dapat meraih Piala Adipura Kirana,” jelas pria yang akrab disapa Abah Anton itu.

Turut menyemarakkan pula, berbagai atraksi dan tarian pada kirab tersebut diantaranya yaitu tarian Cucuk Lampah, atraksi kesenian Barongsai, penampilan drumband serta tarian masal Grebek Sambrang.

Setelah Piala Adipura Kirana di kirab kemudian dibawa ke Balaikota Malang untuk diserahkan kepada Ketua DPRD Kota Malang. (say/may)

SUMBERSARI OKE

Exit mobile version