TASYAKURAN DAN LOMBA LOMBA WARGA RW.VII KEL. SUMBERSARI

TASYAKURAN DAN LOMBA LOMBA WARGA RW.VII KEL. SUMBERSARI 

Warga RW. VII Kelurahan Sumbersari Minggu, 14 Agustus 2016 telah menggelar Rangkaian Acara Dalam Rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-71. Acara diawali pagi Hari dengan Jalan Santai dilanjutkan dengan lomba lomba. Malamnya di gelar malam tasyakuran dan di Hadiri oleh Bapak Lurah Sumbersari, Bapak Achiyat Hadi Supriyanto, S.Sos.

 

 

GEBYAR KARNAVAL KELURAHAN SUMBERSARI 2016

GEBYAR KARNAVAL KELURAHAN SUMBERSARI 2016

Dalam Rangka Memeriahkan Peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia Ke 71, PHBN Kelurahan Sumbersari akan Menggelar Gebyar Karnaval yang akan diselenggarakan pada Hari Minggu 28 Agustus 2016 Pukul 10.00 s/d selesai.

Jangan Lupa Untuk Hadir dan menyaksikan Kreasi Warga Kelurahan Sumbersari dengan rute Start depan Kantor Kelurahan Sumbersari berkeliling di wilayah Kelurahan Sumbersari dan sekitarnya.

 

Festival Dawai Nusantara Berlangsung Semarak

Festival Dawai Nusantara Berlangsung Semarak

Festival Dawai Nusantara Berlangsung Semarak

Lowokwaru, MC – Diawali dengan doa dalang asal Kota Malang, Ki Ardi Purbo Antono, Festivasl Dawai Nusantara (FDN) yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur langsung menggebrak. Kolaborasi musisi Malang dengan musisi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia menyuguhkan aksi panggung yang memikat, Jumat (12/8).

Penampilan para peserta FDN di Taman Krida Budaya Jatim

Diantara para musisi yang hadir, tampak musisi senior Irwansyah Harahap, Ari Moreno yang berkolaborasi dengan Malang Youth Orchestra. Kolaborasi ini semakin menambah semarak FDN yang dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang Yudhi K. Ismawardi, SH, M.Hum.

Yudhi mengaku senang dengan gelaran FDN yang kembali mengangkat Kota Malang melalui pagelaran musik. Menurutnya kota (Malang) ini selalu melahirkan musisi hebat sekelas Ian Antono yang tidak hanya berjaya di Indonesia saja tetapi sudah go international.

“Dulu musisi-musisi Malang banyak bermunculan dengan adanya Gedung Tenun. Saat ini di Taman Krida Budaya ini kami berharap lahir lagi musisi-musisi andal,” jelas Yudhi, Jumat (13/8).

Ditambahkannya, Kota Malang adalah kota yang sudah menjadi barometer musik di Indonesia. Karena itu jika FDN bisa meraih berjalan mulus, nantinya tinggal menunggu waktu saja akan bisa meraih kesuksesan di tingkat nasional bahkan internasional.

Sementara itu, inisiator FDN, Redy Eko Prasetyo mengungkapkan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi pegiat seni dan masyarakat untuk memperlihatkan bagaimana kekayaan dan ragam bunyi-bunyian instrumen di nusantara. Menurut sejarahnya, di Malang ini, tepatnya di Candi Jago sudah terdapat relief dawai. yang berarti dawai di Malang sudah ada dahulu kala.

“Kami ingin dengan kegiatan ini bisa semakin banyak menggali seni budaya Indonesia, termasuk dawai agar bisa mendunia,” tegas Redy. (cah/yon)