Kaum Muda Kota Malang Dituntut Kreatif

Kaum Muda Kota Malang Dituntut Kreatif

Kaum Muda Kota Malang Dituntut Kreatif

Klojen, MC – Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah bergulir, Pemerintah Kota Malang terus berupaya meningkatkan roda perekonomian yang salah satunya dengan menggerakkan para pemuda untuk tampil di garda depan sebagai pelaku utama ekonomi kreatif.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton bersama istri dalam acara pembukaan Expo Umroh dan Haji, Rabu (24/2)

Pesan itulah yang disampaikan Wali Kota Malang, H. Moch. Anton saat membuka Expo Haji dan Umrah Tahun 2016 di Mall Olympic Garden (MOG) Malang, Rabu (24/2). Pria yang biasa disapa Abah Anton itu mengaku yakin ide dan kreativitas anak muda di Kota Malang mampu bersaing dengan kota lain di Indonesia, bahkan di luar negeri sekalipun.

“Dengan adanya expo ini, bisa saja para anak muda di Kota Malang terinspirasi menjalankan biro perjalanan umrah dan haji seperti para seniornya, tentunya dengan lebih kreatif dan lebih tangguh,” imbuh Abah Anton, Rabu (24/2).

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Malang, lanjut politisi PKB itu, saat ini tengah berupaya menyejajarkan Kota Malang dengan kota-kota lain di luar negeri. Salah satunya dengan menjadi tuan rumah Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) pada bulan April 2016 mendatang, dimana beberapa perwakilan kota dari negara tetangga akan hadir di Bumi Arema (Malang_red).

“Keikutsertaan Kota Malang dalam event tingkat internasional juga merupakan usaha agar nama Bumi Arema ini bisa harum di luar negeri. Kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan hal tersebut,” urai Abah Anton.

Dalam acara itu hadir pula Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani, Camat Blimbing Drs. Alie Mulyanto, MM, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang. (say/yon)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2016/02/kaum-muda-kota-malang-dituntut-kreatif/#ixzz41RJ9BV5n

LPMK Salah Satu Ujung Tombak Bangkitkan Kreativitas

LPMK Salah Satu Ujung Tombak Bangkitkan Kreativitas

LPMK Salah Satu Ujung Tombak Bangkitkan Kreativitas

Klojen, MC – Dengan adanya komunitas Malang Creative Fusion (MCF), Wali Kota Malang H. Moch. Anton juga mengajak seluruh warganya untuk mendukung serta menyukseskan berbagai program yang ada di dalamnya. Melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) hendaknya bisa menjadi kepanjangan tangan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton

“Di Kota Malang, banyak generasi muda yang kreatif dan sukses di luar Kota Malang. Maka dari itu, mereka harus diwadahi, dan salah satunya melalui MCF itu,” ujar pria yang akrab disapa Abah Anton itu dalam acara Workshop Peningkatan Kualitas Pelayanan PDAM Kota Malang Tahun 2016 di Same Hotel Malang, Rabu (24/2).

Ditambahkan politisi PKB itu, saat ini sudah ada 16 kementerian yang mendukung program MCF. “Oleh sebab itulah, dalam rangkaian acara Ulang Tahun ke-102 Kota Malang pada 1 April 2016 nanti, saya akan mengundang wali kota se-Indonesia, bahkan yang ada di ASEAN dan Asia,” imbuhnya.

“Dari acara tersebut, nantinya kita akan melakukan berbagai kerjasama dengan para undangan, sehingga MCF lebih optimal lagi. Pada akhirnya, akan ada bisnis matching dengan pengusaha dan para wali kota dari luar Kota Malang itu,” terang Abah Anton.

Para ketua LPMK ini, kata dia, bisa menjadi salah satu ujung tombak untuk turut memberikan motivasi kepada kaum muda yang ada di sekitarnya. “Kita sudah memasuki MEA, dan hal itu tidak bisa dihindari, terutama dalam mengarungi kompetisi yang cukup ketat antar negara,” pungkas Abah Anton. (say/yon)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2016/02/lpmk-salah-satu-ujung-tombak-bangkitkan-kreativitas/#ixzz41RI7u2QP

Abah Anton Kunjungi Rumah Warganya Yang Tertimpa Musibah

Abah Anton Kunjungi Rumah Warganya Yang Tertimpa Musibah

Abah Anton Kunjungi Rumah Warganya Yang Tertimpa Musibah

Lowokwaru, MC – Akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu (17/2) lalu, rumah Warianto yang merupakan warga di RT 3 RW 3 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru mengalami rusak parah sehingga tidak bisa ditempati lagi.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton saat mengunjungi warganya yang rumahnya ambrol karena hujan angin, Senin (22/2)

Setelah kejadian itu, pihak Pemerintah Kota Malang melalui jajaran kelurahan, kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, didukung jajaran Koramil Lowokwaru dan Polsek Lowokwaru bergerak cepat untuk menangani musibah tersebut. Melalui bantuan yang bersumber dari Corporate Social Responsibilty (CSR), kerusakan rumah salah satu warga tersebut ditangani dengan baik.

Guna memastikan pembenahan rumah berjalan dengan baik, Wali Kota Malang H. Moch. Anton melakukan kunjungan ke rumah warganya yang mendapat musibah tersebut serta memastikan jika dia sudah mendapat berbagai bantuan, Senin (22/2).

Sebelumnya BPBD Kota Malang telah memberikan bantuan dua unit terpal, satu unit kompor kayu serbaguna, satu set peralatan dapur keluarga, dua matras, dua tikar, dua selimut, lima set makanan kaleng, dua paket sandang, dan enam paket sembako kepada keluarga korban.

Pria yang akrab disapa Abah Anton itu memberikan apresiasinya terhadap kinerja beberapa instansi terkait untuk penanganan bencana ini. “Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, karena tanpa saya perintah, sudah menangani musibah yang dialami warga ini.

Selain memberikan tali asih kepada keluarga Warianto, Abah Anton juga menjanjikan akan segera membedah dan memperbaiki rumah salah satu warganya tersebut. “Jangan khawatir, nanti rumah kamu (Warianto_red) akan diperbaiki. Selain itu, beberapa bagian penting di rumah ini, seperti lantai, kayu penyangga rumah dan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) juga sudah tidak layak, sehingga sudah seharusnya diperbaiki,” imbuhnya, Senin (22/2).

“Bagi semua warga Kota Malang, karena saat ini sedang musim hujan hendaknya selalu waspada dengan berbagai bencana yang bisa saja terjadi setiap saat seperti banjir dan longsor. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah jangan membuang sampah ke sungai serta jangan menebangi pohon secara sembarangan,” pungkas Abah Anton. (say/yon)

Sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2016/02/abah-anton-kunjungi-rumah-warganya-yang-roboh/#ixzz4133AoByo

Bersama Ciptakan Kota Malang Bebas Sampah

Bersama Ciptakan Kota Malang Bebas Sampah

Bersama Ciptakan Kota Malang Bebas Sampah

Klojen, MC – Wali Kota Malang H. Moch. Anton me-launching program Kebijakan Plastik Berbayar sebagai bentuk aksi peduli sampah nasional pada peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2016 yang digelar di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Minggu (21/2).

Wali Kota Malang H. Moch. Anton menyerahkan penghargaan kepada warga kota yang peduli sampah, Minggu (21/2)

Meskipun pagi itu di kawasan Kota Malang diwarnai guyuran hujan gerimis, warga masyarakat tetap tumplek blek di Alun-alun Merdeka Kota Malang pertanda antusiasme mereka yang luar biasa.

Dalam peringatan HPSN 2016 kali ini digelar berbagai kegiatan, mulai dari lomba mewarna, lomba daur ulang sampah, lomba melukis tong sampah, lomba fashion dengan memanfaatkan bahan daur ulang sampah, mancal resik, cabut paku, bagi-bagi sembako, donor darah, dan lain sebagainya.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton mengungkapkan, pengelolaan sampah yang menjadi permasalahan itu tidak hanya terjadi di Kota Malang, tetapi juga terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia. Pemerintah Kota Malang bersama masyarakat berkomitmen kuat untuk mengelola sampah agar bisa membawa manfaat dan tidak lagi menjadi sebuah permasalahan.

“Pemerintah Kota Malang bersama masyarakat terus berupaya untuk mengurangi sampah, baik dengan membangun Bank Sampah Malang (BSM) yang mengelola sampah mulai dari hulu hingga hilir,” jelas pria yang akrab disapa Abah Anton itu, Minggu (21/2).

Abah Anton menambahkan, selain dilakukan untuk menciptakan Kota Malang yang bersih, program ini juga dimaksudkan untuk menyukseskan program pemerintah pusat yaitu gerakan Indonesia Bebas Sampah 2020.

Adanya kegiatan aksi peduli sampah nasional ini juga dimaksudkan untuk memberi pelajaran bagi masyarakat tentang pemanfaatan sampah. Sampah jika dikelola dengan benar, maka bisa dikreasikan menjadi berbagai kerajinan hingga pupuk kompos yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (cah/yon)