Kota Malang Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Kota Malang Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Kota Malang Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Jakarta, MC – Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 dan Hari PGRI (Persatuan Guru Republik Nasional) ke-71 di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor, Minggu (27/11) menjadi kado istimewa bagi Pemerintah Kota Malang dan dunia pendidikan di Kota Malang seiiring diserahkannya piagam penghargaan Dwija Praja Nugraha kepada Walikota Malang H. Moch. Anton.

Walikota Malang H. Moch. Anton foto bersama ASN Pemkot Malang setelah menerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Ada 17 kepala daerah yang menerima penghargaan, meliputi empat gubernur, tiga walikota dan sepuluh bupati. Walikota Malang satu-satunya kepala daerah di Jawa Timur yang meraih penghargaan Dwija Praja Nugraha.

“(Penghargaan) Ini terwujud sebagai bentuk komitmen dan kesungguhan kita dalam memajukan dunia pendidikan yang terepresentasikan dari pengalokasian anggaran pendidikan yang signifikan, dukungan terhadap organisasi profesi guru khususnya PGRI, sinergi kuat antara pemerintah kota dengan para pendidik serta langkah-langkah upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran di Kota Malang,” ungkap pria yang biasa disapa Abah Anton itu usai menerima penghargaan.

Hal ini juga tidak lepas dari dukungan dan kebersamaan dari semua elemen pembangunan di Kota Malang, baik legislatif, kelompok-kelompok masyarakat, dan pada khususnya para guru. “Maka terima kasih saya sampaikan dan ini saya persembahkan sebagai kado ulang tahun guru dan PGRI,” imbuh Abah Anton.

Sementara itu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi_red) dihadapan 15 ribu lebih guru yang hadir, menitipkan pesan agar para guru tiada henti mengajarkan serta memberikan pemahaman kepada anak didiknya tentang arti keberagaman (kebinekaan_red), NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia_red), nilai Pancasila, dan keagungan budaya bangsa.

“Saya juga titipkan kepada para guru, di tengah-tengah keterbukaan, kebebasan yang di antaranya ditandai dengan kehadiran sosmed (sosial media) yang tak jarang komentarnya dipenuhi kebencian, permusuhan dan saling hasut, para guru hendaknya juga membentengi para siswa, para pelajar SMP, SMA/SMK yang merupakan usia krusial untuk diberikan pengajaran tentang etika, kejujuran, kedisiplinan, sikap saling menghormati dan budi pekerti,” pesan Presiden Jokowi yang didampingi Mendiknas, Menag RI dan Kapolri.

Presiden Jokowi juga menekankan, di tahun 2030 dan 2040 merupakan tahun emas dari sebuah bonus demografi. Tahun itu usia produktif (pemuda) akan mendominasi, sehingga peran guru menjadi sentral. “Karena tak terpungkiri, saya jadi presiden juga karena didikan dan peran guru, termasuk jabatan-jabatan penting lainnya (Menteri, Kapolri, kepala daerah, dan lainnya),” ujar Presiden Jokowi.

Atas jasa para guru itu pula, saat berada di atas mimbar, Presiden Jokowi memberikan penghormatan khusus kepada para guru yang disambut dengan gemuruh tepuk tangan para tamu undangan. Pada kesempatan yang sama Presiden Jokowi juga menyematkan lencana Satya Lencana Pendidikan kepada 15 guru yang berdedikasi dan berprestasi. (say/yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *