MALAM ACARA PUNCAK FESTIVAL KAMPOENG TAWANGSARI

MALAM ACARA PUNCAK FESTIVAL KAMPOENG TAWANGSARI

Terima Kasih kepada semua Pihak Yang telah mendukung acara demi acara sejak digagasnya Festival Kampoeng Tawangsari Yang dilaksanakan sejak Jum’at, 21 Oktober s/d Minggu, 23 Oktober 2016.

Acara ini murni dari masyarakat, dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat dan disupport penuh oleh Kelurahan Sumbersari dan Tim Pendamping Kampung Tematik dari ITN.

Acara ini adalah pengejawantahan sebuah gagasan rancangan yang bisa direalisasi menjadi sebuah event untuk mengapresiasi potensi warga, memperkenalkan Partisipasi warga pada perencanaan bottom Up sehingga sebuah perancangan Pembangunan fisik atau non fisik yang diusulkan bisa mengikut sertakan warga dan tepat sasaran dan merupakan bukti nyata warga RW. I Kampoeng Tawangsari Kelurahan Sumbersari berkiprah mewujudkan rancangan destinasi wisata sejarah “Tawangsari Kampoeng Sedjarah”.

Hal ini bukan akhir dari semua itu, tapi merupakan awal dari sebuah perjuangan mewujudkan apa yang sudah dirancang dan mudah mudahan bisa segera diimplementasikan sehingga cita cita mewujudkan Mayarakat Tawangsari yang sejahtera bisa segera terwujud.

>> BACA JUGA : DARI KAMPOENG MENUJU DUNIA

“FESTIVAL KAMPOENG TAWANGSARI” KAMPUNG TEMATIKNYA SUMBERSARI

“FESTIVAL KAMPOENG TAWANGSARI” KAMPUNG TEMATIKNYA SUMBERSARI

Dalam Rangka Lomba Kampung Tematik Festival Rancang Malang Kelurahan Sumbersari memilih tema Heritage “Tawangsari Kampoeng Sedjarah” Salah satu rancangan yang digagas warga Tawangsari dan segera diwujudkan sebagai kampung tematiknya Sumbersari adalah dengan digelarnya “Festival Kampoeng Tawangsari” yang akan dilaksanakan pada Hari Jum’at s/d Minggu, 21-23 Oktober 2016 bertempat di Balai RW. I Jalan Sumbersari Gang III Kelurahan Sumbersari. Karya ini merupakan kreativitas warga Sumbersari RW. I yang diwujudkan secara swadaya, dari Tawangsari, Oleh Tawangsari dan untuk Tawangsari

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Kirab Sesaji Ruwatan Kota Malang Tolak Sengkala

Klojen,MC – Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) menggelar ruwatan dengan tujuan untuk mengucap syukur dan meminta Tuhan YME agar Kota Malang dihindarkan dari segala musibah dan marabahaya. Dimulai dengan kirab sesaji di depan Balaikota Malang lalu dilanjutkan sampai Alun-alun Kota Malang, Senin (17/10).

Kirab sesaji dalam rangkaian ruwatan Kota Malang 2016, start di depan Balaikota Malang dan finish di Alun-alun, Senin (17/10)

Hal itu dimaksudkan untuk menjalani lelaku resik, persembahan rasa syukur atas berbagai anugerah yang diterima masyarakat Kota Malang selama ini. Dalam acara ruwatan kali ini juga diisi dengan berbagai acara, yakni wayang kulit dengan dalang Ki Sapani Anom (Gondo) Carito, wayang kulit hiburan dengan dalang Ki Ardhi Poerbo Antono, pencak silat, kuda lumping, perkusi dan akrobatik.

Sesepuh paguyuban, Purwoayu Mardi Utomo Sutrimo mengungkapkan bahwa dengan adanya ruwatan dimaksudkan untuk mengusir sengkala. Menyempurnakan dan membersihkan hal-hal negatif dari berbagai penjuru mata angin.

“Kami berharap dengan adanya ruwatan ini Kota Malang bisa semakin baik, terhindar dari segala musibah dan marabahaya,” jelasnya.

Dengan membacakan doa tulak tanggul, menyingkirak sengkala dari timur kembali ke timur, sengkala dari selatan kembali ke selatan. Sengkala dari barat kembali ke barat, sengkala dari uatara kembali ke utara, sengkala dari atas kembali ke atas, sengakala dari bawah kembali ke bawah.

Di sisi lain, salah seorang pegiat seni yakni Agus Mardianto menyambut baik adanya kegiatan ini karena bisa menjadi ajang apresiasi seniman di Kota Malang. Mereka bisa menampilkan kemampuan dan berbagai atraksi.

“Dari berbagai ajang di Jatim, atraksi keseniaan yang kami bawakan sudah sering menjadi juara, kami berharap agar Disbudpar rutin menggelar kegiatan seperti ini sehingga kesenian di Kota Malang yang akan tetap lestari,” harapnya. (cah/may)

Meriahnya Jalan Sehat Dispenda, Sembari Ajak Warga Sadar Pajak

Meriahnya Jalan Sehat Dispenda, Sembari Ajak Warga Sadar Pajak

Meriahnya Jalan Sehat Dispenda, Sembari Ajak Warga Sadar Pajak

 

Klojen,MC – Jalan sehat sadar pajak 2016  yang digelar Pemerintah Kota Malang mendapat sambutan sangat antusias dari masyarakat. Sejak dimulai pukul 06.00 WIB hingga kegiatan usai, masyarakat sudah memadati area tugu depan Balaikota Malang, Minggu (16/10).

Terlebih saat Wakil Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji membacakan siapa peraih hadiah utama berupa mobil, masyarakat yang hadir pun dibuat deg-degan. Saat disebutkan salah satu pemenangnya adalah Nurhadi, warga Kelurahan Bareng suasana panggung hiburan menjadi semarak.

Wawali Kota Malang, Drs. Sutiaji saat menyebutkan nama-nama warga yang mendapat doorprize jalan sehat sadar pajak, Minggu (16/10)

Susana semakin meriah saat Wawali Sutiaji menyumbangkan lagu didampingi artis-artis cantik dari kelompok musik Monata, masyarakat yang menonton ikut bergoyang dan bersenandung. Banyaknya peserta jalan sehat membuat agenda tahunan yang dimotori oleh Dinas Pendapatan Kota Malang ini semakin menarik .

Wawali Sutiaji memuji antusiasme warga yang mengikuti jalan sehat ini, sebab mereka terbukti memiliki kesadaran untuk membayar pajak. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran untuk membayar pajak tidak lagi dianggap sebagai sebuah kewajiban tetapi menjadi kebutuhan.

“Banyaknya inovasi yang dibuat Dispenda Kota Malang merupakan gebrakan yang bagus, kedepan harus ditingkatkan lagi,” imbaunya.

Adanya program seperti sunset policy membuat masyarakat lebih dimudahkan untuk bisa membayar pajak tanpa takut adanya denda. Ini mendorong iklim yang bagus bagi pemerintah kedepan untuk bisa semakin banyak lagi melakukan inovasi dan gebrakan guna mendukung pembangunan Kota Malang.

Selain itu, adanya fasilitas dari Pemkot Malang seperti bus sekolah gratis, pengurusan administrasi kependudukan secara gratis pula, merupakan rangkaian bagian dari suksesnya pembayaran pajak. Untuk itu, Drs. Sutiaji mengajak masyarakat agar semakin taat lagi untuk membayar pajak karena manfaatnya juga akan kembali ke masyarakat sendiri.

Salah seorang peserta jalan sehat, Budi Santoso mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Sebab ia bersama keluarga bisa refreshing di tengah padatnya rutinitas kerja. “Meski belum beruntung mendapat hadiah, saya senang mengikuti jalan sehat sebab bisa melihat langsung orkes kegemaran saya yakni Monata,” katanya. (cah/may)