Sosialisasi Protokol Covid-19 Bagi Lingkungan Pondok Pesantren

Sosialisasi Protokol Covid-19 Bagi Lingkungan Pondok Pesantren

Klojen (malangkota.go.id) – Selain pasar rakyat, lingkungan pesantren juga menjadi perhatian khusus bagi Satgas Covid-19 Kota Malang dalam upaya untuk terus menekan penyebaran wabah Covid-19. Pasalnya, banyak faktor yang bisa menjadi pemicu penularan virus tersebut di kalangan santri.
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji saat memberikan arahan

Sehubungan dengan hal itulah dilaksanakan sosialisasi protokol Covid-19 pada lingkungan pondok pesantren di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Sabtu (06/06/2020) yang diikuti para pimpinan pesantren di Kota Malang serta para ulama.

Selain Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji, pada acara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Malang, Sekda Kota Malang, Kapolresta Malang Kota, Dandim 0833 Kota Malang dan pihak terkait lainnya. Di kalangan pesantren sangat perlu penguatan protokol kesehatan, seperti pengecekan suhu badan, penggunaan masker dan menjaga jarak aman.

Wali Kota Malang dalam sambutannya mengatakan bahwa tipologi pesantren dari sisi pendidikan formalnya sangat bervairiasi. Ada pesantren yang memiliki pendidikan formal sendiri dan hanya diperuntukkan para santri, ada pesantren yang juga menerima siswa dari luar, dan ada juga santri yang menempuh pendidikan formal di luar pesantren.

“Yang agak susah dikendalikan dan paling rawan menjadi pemicu penularan virus adalah jika pesantren menerima siswa dari luar. Disinilah perlunya penguatan protokol kesehatan, karena tidak ada yang tahu siapa di antara mereka yang dapat menularkan. Selain itu, pihak pesantren tidak bisa memantau atau mengontrol siswa saat kembali ke lingkungannya,” urai Sutiaji.

Ditambahkannya, dalam kondisi seperti itulah negara akan hadir. Dalam konteks ini, pemerintah daerah bersama Satgas Covid-19 akan memberi perhatian dan bantuan khusus agar penularan virus di lingkungan pesantren dapat terus diminimalisir. “Kami akan membantu pesantren yang masih kurang dan yang belum ada sarana penunjang penerapan protokol kesehatannya,” tegas pria berkamata itu.

“Kami juga berharap  pengawasan dan langkah antisipatif dari para kiai selaku pengasuh pesantren dan para pengurus ditingkatkan lagi nantinya. Jika upaya pencegahan dan penerapan protokol kesehatan ini berjalan dengan maksimal, maka penularan virus ini pun dapat ditekan seoptimal mungkin,” pungkas Sutiaji.