Pemkot Malang Rayakan HUT KOPRI, HUT PGRI dan HUT Kesehatan Nasional

Pemkot Malang Rayakan HUT KOPRI, HUT PGRI dan HUT Kesehatan Nasional

Pemkot Malang Rayakan HUT KOPRI, HUT PGRI dan HUT Kesehatan Nasional

Klojen, MC – Di halaman Balaikota Malang telah dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Negeri (KORPRI) ke-45, Hari Ulang Tahun PGRI ke-71 serta Hari Ulang Tahun Kesehatan Nasional ke-52. Upacara dipimpin oleh Wakil Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji dengan diikuiti oleh Guru, Tenaga Kesehatan, dan Aparatur Sipil Negara lingkungan Pemkot Malang, Selasa (29/11).

Wawali Sutiaji memberikan penghargaan kepada pendidik berprestasi di depan Balaikota Malang, Selasa (29/11)

Dalam sambutannya, Wawali Sutiaji menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan oleh para guru, pamong dan tenaga kependidikan sehingga Pemerintah Kota Malang mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha dari pengurus besar PGRI yang diberikan oleh Presiden RI atas perhatian Pemerintah Kota Malang terhadap Guru, PGRI dan Pendidikan di Kota Malang.

Dengan tema Hari Kesehatan Nasional ke-52 yakni “Masyarakat Hidup Sehat, Indonesia Kuat”  bisa dijadikan momen untuk berbagi tantangan dan menguatkan komitmen, meningkatkan tekad dan semangat untuk lebih memberi makna pada masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Di akhir sambutannya Wawali Sutiaji juga menekankan kembali kepada setiap anggota Korpri bahwa sudah saatnya untuk bersama-sama mempunyai niat dan tekad untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, membangun budaya birokrasi yang kredibel dan akuntabel, bebas dari korupsi, dan berperilaku konstruktif di semua birokrasi. Serta mengajak untuk melaksanakan pembangunan kesehatan.

“Saya berharap kepada semua pihak untuk bekerjasama dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, sehingga nantinya akan terbangun kemandirian masyarakat yang sadar akan kesehatan untuk mencapai pada Indonesia yang kuat,” ujarnya lagi. (say/may)

Setelah selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima penghargaan kepada :

1. Puskesmas Teladan :
– Juara I : Puskesmas Ciptomulyo
– Juara II : Puskesmas Kedungkandang
– Juara III : Puskesmas Kendalrejo

2. Bersih Indah
– Juara I : Dinas Kesehatan
– Juara II : Kecamatan Klojen
– Juara III : Dinas Kebersihan dan Pertamanan

3. SKPD berprestasi
– Juara I : Dispendukcapil
– Juara II : Dinas Pendidikan
– Juara III : Dinas Pendapatan

4. Penyambungan PDAM
– Sumiati dari Kecamatan Blimbing
– Sunari dari Kecamatan Sukun
– Sugiono dari Kecamatan Klojen
– Abu dari Kecamatan Lowokwaru
– Pujiono dari Kecamatan Blimbing

5. Santunan Bea Siswa Putra-putri KORPRI
– Sekolah Dasar :

1. Tasya. P putri dari Bapak Yayah (DKP)
2. Iftinah Rafifah putri dari Bapak Rianto (Dinas Pasar)
3. M. Hisyam Ubadilah putra dari Ibu Sri Susilowati (Dispora)

– Sekolah Menengah Pertama :

1. Naila A Nahliyah putri dari Bapak Agus Pribadi (Dinas Pasar)
2. Andreani putri dari Bapak Sanamon (Dispora)
3.  Indra Prayugi putri dari Ibu Ning Yuyun (Diskominfo )

– Sekolah Menengah Atas :

1. Fanindya putri Ibu Anik (Dispora)
2. Alfandio.S putra dari Bapak M.Choirul (DKP)
3. Faticatun.N putri Bapak Surono (Dinas Pasar)

Inovasi ASN Kunci Peningkatan Pelayanan Publik

Inovasi ASN Kunci Peningkatan Pelayanan Publik

Inovasi ASN Kunci Peningkatan Pelayanan Publik

 

Jakarta, MC – Ketika berbicara tentang pemberantasan praktik korupsi dan pungutan liar (pungli), peningkatan kualitas pelayanan publik, memenangkan kompetisi global dengan pelayanan publik yang prima, maka sesungguhnya anggota KORPRI berada di garis depan perjuangan. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika menjadi pembina upacara Peringatan Hari KORPRI ke-45 di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (29/11).

Presiden Joko Widodo ketika menjadi pembina upacara Peringatan Hari KORPRI ke-45 di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (29/11)

Oleh karenanya, agar dapat memberikan pelayanan yang prima, inovasi-inovasi dalam pelayanan publik mutlak diperlukan. Terhadap segala hambatan yang berpotensi dapat mengurangi efektivitas laju pembangunan nasional juga diminta untuk turut dihilangkan.

“Teruslah melakukan inovasi-inovasi agar pelayanan publik bisa makin murah, makin cepat, dan makin baik. Hilangkan berbagai kendala yang dapat mengurangi produktivitas dan menghambat akselerasi laju pembangunan nasional,” tegasnya.

Mengawali sambutannya, Presiden mengapresiasi tema peringatan Hari KORPRI ke-45 kali ini, yakni “Bersama KORPRI Meneguhkan Netralitas dan Meningkatkan Profesionalisme Aparatur Sipil Negara”. Tema tersebut dinilai Kepala Negara tepat diaplikasikan jelang gelaran Pilkada Serentak 2017.

“Ingatlah bahwa pengabdian anggota KORPRI bukanlah kepada kepentingan kelompok maupun individu. Melainkan pengabdian anggota KORPRI hanyalah kepada negara, bangsa, dan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, agar dapat menjadi bangsa pemenang di era kompetisi ini, Presiden juga meminta para ASN untuk meninggalkan pola-pola lama. Mental dan kedisiplinan merupakan hal yang disinggungnya secara khusus.

“Rakyat membutuhkan anggota KORPRI yang disiplin, bertanggung jawab, dan berorientasi kerja. Segera tinggalkan pola pikir masa lalu seperti ego sektoral, mental priayi, mental penguasa, dan mental koruptif, yang hanya terpaku pada formalitas belaka,” ucap Presiden.

Mengakhiri sambutannya, sembari memberikan semangat dan dorongan kepada para ASN dalam menjalankan tugasnya, Presiden turut meresmikan toko online KORPRI dan KORPRI Expo Tahun 2016.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan Toko Online KORPRI dan KORPRI ExpoTahun 2016. Semoga bermanfaat bagi seluruh pegawai ASN. Dirgahayu Korps Pegawai Republik Indonesia ke-45. KORPRI Maju Terus!” tutupnya.

Usai acara, Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk meninjau stand toko online KORPRI yang berada di sekitar lokasi acara. Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden sempat ditanyakan oleh para jurnalis mengenai disinggungnya netralitas ASN dalam arahannya. Presiden kemudian menjawabnya bahwa arahan tersebut hanya untuk kembali mengingatkan seputar tugas para ASN yang harus prima dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Ya mengingatkan saja, mengingatkan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil kita, kepada jajaran KORPRI kita, dalam Pilkada ini. Itu memang sudah aturannya, harus netral. Kalau tidak ya juga ada ketentuan hukumnya. Mengingatkan saja supaya seluruh anggota KORPRI tidak melupakan itu. Itu saja,” jawabnya.

Lebih lanjut, Presiden juga mengungkapkan bahwa di usianya yang ke-45 ini masih perlu dibangun sistem baru yang akan menjadikan pelayanan kepada publik menjadi semakin baik. Meski demikian, diakuinya bahwa pekerjaan tersebut merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan proses dan waktu.

“Ini sebuah proses yang panjang. Menggabung-gabungkan dari seluruh kementerian, provinsi, kabupaten/kota. Ini sebuah pekerjaan panjang,” imbuhnya.

Jakarta, 29 November 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden