Walikota Malang Beri Penghargaan Kepada ASN Purna Tugas

Walikota Malang Beri Penghargaan Kepada ASN Purna Tugas

Walikota Malang Beri Penghargaan Kepada ASN Purna Tugas

Klojen, MC – Upacara rutin tanggal 17 Keluarga Besar Forkompinda Kota Malang di Alun-alun Merdeka Kota Malang kali ini terasa sangat istimewa. Pasalnya Walikota Malang, Moch. Anton memberikan secara langsung penghargaan kepada ASN/PNS purna tugas di Kota Malang, Jumat (17/2).

MOMEN: Walikota Malang, Moch. Anton (tengah) didampingi oleh Wakil Walikota Malang, Drs. Sutiaji (paling kiri) sesaat setelah pemberian penghargaan kepada ASN/PNS purna tugas (pensiun), Jumat (17/2).

Walikota Malang yang biasa disapa Anton Anton, mengungkapkan rasa terimakasihnya  terhadap para ASN di Kota Malang yang sudah mengabdikan diri dengan baik. Kesuksesan Kota Malang selama ini tidak terlepas dari peran dan kinerja ASN Kota Malang yang saat ini purna tugas.

“Tidak hanya terkenal di tingkat nasional, Kota Malang saat ini juga semakin dikenal dunia berkat berbagai prestasi yang telah diukir selama ini,” terang Anton disela-sela pemberian penghargaan.

Abah Anton berharap, meski sudah purna tugas sebagai ASN sebaiknya tidak berhenti untuk bisa menunjukan kiprah kepada masyarakat. Sehingga Kota Malang bisa lebih dikenal dengan berbagai prestasinya.

Sementara itu, Kapolresta Malang, AKBP Decky Hendarsono, yang menjadi inspektur upacara dalam acara itu juga banyak menyampaikan pesan dan harapan. Salah satunya adalah mengharapkan warga masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri.

“Kegiatan ini adalah untuk menyinergikan tugas-tuga sebagai aparatur negara, melalui kegiatan ini mari kita pupuk rasa nasionalisme kita bersama,” tegas Decky Hendarsono.

Dia menambahkan, saat ini Kota Malang semakin mengundang daya tarik bagi masyarakat lokal, nasional bahkan internasional untuk berkunjung ke Kota Malang. Tentu, kata dia, hal tersebut juga berdamapak terhadap berbagai hal termasuk menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan tingginya angka kriminalitas.

“Saya berharap agar seluruh komponen masyarakat di Kota Malang ikut serta membantu tugas Polisi mengamankan Kota Malang. Sehingga suasana aman dan nyaman tetap terjaga,” tutup Decky. (cah/ram)

Abah Anton: Pasar Tradisional Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Abah Anton: Pasar Tradisional Penggerak Ekonomi Kerakyatan

Abah Anton: Pasar Tradisional Penggerak Ekonomi Kerakyatan

 

Klojen, MC – Wali Kota Malang H. Moch. Anton memimpin apel sekaligus aksi bersih kerja bakti di Pasar Bareng, Kota Malang, Minggu (19/2) pagi. Tampak hadir dalam kegiatan ini Ketua TP PKK Kota Malang Hj. Farida Dewi Suryani dan juga beberapa pimpinan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Wali Kota Malang H. Moch. Anton beserta istri menyapa para pedagang Pasar Bareng

Dalam sambutannya saat memimpin apel, Wali Kota Malang yang akrab disapa Abah Anton oleh warga Kota Malang itu menekankan pentingnya pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Pasar tradisional harus kita pertahankan. Tahun ini Pemkot Malang sudah menganggarkan untuk pembenahan sebanyak 28 pasar,” kata Abah Anton.

Khusus Pasar Bareng, Abah Anton berharap pasar tradisional ini menjadi sentra Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena itu, lantai tiga bangunan pasar ini dirancang khusus untuk sentra kuliner khas Kota Malang sehingga bisa menarik wisatawan. “Pasar Bareng ini sudah lama tidak dibangun, karena itu tahun lalu pemerintah minta bantuan kementerian,” ungkapnya.

Ditambahkannya, awal mula munculnya ide membangun Pasar Bareng adalah saat melakukan giat sambung rasa dengan warga Bareng beberapa waktu lalu. Warga berharap keberadaan pasar bisa diperbaiki sehingga kondisinya nyaman untuk kegiatan jual beli. “Pasar Bareng ini nanti diresmikan bersamaan dengan HUT Kota Malang,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Abah Anton secara simbolis juga menyerahkan kunci pasar kepada perwakilan pedagang yang menandakan jika pasar usai dibangun. Usai memimpin apel pasukan untuk pembersihan pasar, Abah Anton langsung meninjau lokasi dan menjelajahi semua sudut Pasar Bareng.

Sementara itu, perwakilan pedagang Pasar Bareng, Arif Wahyudi, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya karena Pasar Bareng kini sudah sangat layak.  “Sudah sangat lama sekali Pasar Bareng ini tidak tersentuh pembangunan dan kami warga mengucapkan terima kasih kepada Abah Anton,” kata Arif Wahyudi.

Ia menjelaskan, jumlah pedagang di Pasar Bareng sebanyak 203 orang, tetapi yang aktif hanyalah 64 pedagang saja. Namun karena ada revitalisasi bangunan pasar, ratusan pedagang bersemangat kembali untuk menghidupkan pasar tersebut. “Apalagi ada pusat oleh-oleh di Pasar Bareng, sehingga kami sangat mendukung hal ini dan infrastruktur jalan sudah layak,” tandasnya.

Revitalisasi Pasar Bareng juga diharapkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Drs. Wahyu Setianto, MM bisa meningkatkan perekonomian pedagang dan masyarakat sekitar. “Meskipun Pasar Bareng sudah selesai, ada beberapa perbaikan yang akan terus kami lakukan,” kata Wahyu. (say/yon)

Pilkada Serentak, Pemerintah Tetapkan 15 Februari 2017 Sebagai Hari Libur Nasional

Pilkada Serentak, Pemerintah Tetapkan 15 Februari 2017 Sebagai Hari Libur Nasional

 


pilkada-serentak-2017Dengan pertimbangan adanya pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, pemerintah memandang perlu untuk menetapkan hari libur nasional guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara menggunakan hak pilihnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, pada 10 Februari 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 3 Tahun 2017  tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017 sebagai Hari Libur Nasional.

Menurut Keppres ini, berdasarkan pasal 84 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 bahwa pemungutan suara dilakukan pada hari yang diliburkan.

Lebih lanjut, Komisi Pemilihan Umum (KPU), menurut Keppres ini, melalui Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017 telah menetapkan hari, tanggal, dan waktu pemungutan suara pada hari Rabu, 15 Februari 2017.

“Menetapkan hari Rabu tanggal 15 Februari 2017 sebagai hari libur nasional dalam rangka Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota secara serentak,” bunyi Diktum PERTAMA Keppres Nomor 3 Tahun 2017.

Di akhir Keppres, disampaikan bahwa Keputusan Presiden ini berlaku sejak tanggal ditetapkan yakni pada 10 Februari 2017 di Jakarta.

Salinan Keppres Nomor 3 Tahun 2017 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2017 sebagai Hari Libur Nasional dapat diunduh di Keppres Nomor 3 Tahun 2017.

Sebagai informasi, pilkada serentak ada di 7 Provinsi yaitu Provinsi Aceh, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. Untuk tingkat kabupaten diselenggarakan di 76 Kabupaten dan 18 kota di seluruh Indonesia. (EN)

 

sumber http://setkab.go.id

Walikota Malang Minta Program Kerjanya di Dukung Majelis Dzikir

Walikota Malang Minta Program Kerjanya di Dukung Majelis Dzikir

Walikota Malang Minta Program Kerjanya di Dukung Majelis Dzikir

 

Sukun, MC – Walikota Malang, H. Moch Anton, menghadiri kegiatan istighosah bersama Majelis Dzikir ‘Suku Dalu’ di Kelurahan Tanjungrejo, RT 09/RW 09, Kecamatan Sukun, Sabtu (11/2) malam.

KOMPAK: Walikota Malang, H. Moch Anton (nomor dua dari kanan) mengajak umat Islam dan masyarakat pada umumnya untuk menyukseskan berbagai program kerjanya, Sabtu (11/2).

Pada kesempatan itu, Abah Anton, sapaan akrabnya, mengajak masyarakat bersama-sama menyukseskan berbagai program pemerintah, salah satunya adalah kebijakan di dunia pendidikan yakni sekolah gratis.

Menurut Abah Anton, pendidikan bagi anak yang merupakan generasi penerus bangsa, perlu dikembangkan, sehingga pembangunan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan mental dan karakter bisa berjalan dengan baik.

“Jadi saya sangat mendukung upaya masyarakat yang ingin membangun tempat pendidikan keagamaan dan kegiatan keagamaan seperti majelis dzikir ini,” kata Abah Anton.

Selain itu, Abah Anton juga meminta dukungan masyarakat untuk pembangunan Islamic Centre, karena program ini sangat baik untuk perkembangan pendidikan Islam di Kota Malang.

“Selain itu, kami juga akan membangun monorel untuk mengurangi kemacetan,” ujar Abah Anton

Dalam kesempatan bersama ratusan warga tersebut, Abah Anton, berpesan agar bersama menjaga Kota Malang sehingga kondusifitas bisa dijaga.

“Pemkot Malang sangat mengapresiasi kegiatan seperti majelis ini karena ada unsur pendidikan mental di dalamnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dzikir ‘Suku Dalu’, Zaini, jika majelis ini melakukan berbagai kegiatan sosial keagamaan, seperti santunan kepada anak yatim dan bantuan untuk momen Idul Adha.

“Keinginan dan harapan kami ke depan adalah membangun TPA (Taman Pendidikan Alquran), sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” kata Zaini.

Pembina Majelis Dzikir, Syaifuddin, mengucapkan terima kasih kepada Abah Anton, bisa hadir dan berdzikir bersama warga sekitar.

“Semoga kedatangan Abah Anton ini membawa manfaat dan berkah. Karena dalam perkumpulan majelis dzikir jika ada unsur ulama’ dan umaro’ mampu membawa kebersamaan bagi semuanya,” ungkap Syaifuddin.

Ia berharap, semua program yang ada di majelis dzikir itu bisa membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, utamanya melalui kegiatan sosial yang selama ini sudah dijalankan. (say/ram)